1. Prosedur Remedial
Dalam melaksanakan kegiatan remedial sebaiknya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a. Analisis Hasil Diagnosis
Diagnosis kesulitan belajar adalah suatu proses pemeriksaan terhadap siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Melalui kegiatan diagnosis guru akan mengetahui para siswa yang perlu mendapatkan bantuan. Untuk keperluan kegiatan remedial, tentu yang menjadi fokus perhatian adalah siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar yang ditunjukkan tidak tercapainya kriteria keberhasilan 80%, maka siswa yang dianggap berhasil.
Setelah guru mengetahui siswa-siswa mana yang harus mendapatkan remedial, informasi selanjutnya yang harus diketahui guru adalah topik atau materi apa yang belum dikuasai oleh siswa tersebut. Sebelum merancang kegiatan remedial, terlebih dahulu harus mengetahui mengapa siswa mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.
b. Menyusun Rencana Kegiatan Remedial
Setelah diketahui siswa-siswa yang perlu mendapatkan remedial, topik yang belum dikuasai setiap siswa, serta faktor penyebab kesulitan, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pembelajaran. Sama halnya pada pembelajaran pada umumnya, komponen-komponen yang harus direncanakan dalam melaksanakan kegiatan remedial adalah sebagai berikut;
· Merumuskan indikator hasil belajar
· Menentukan materi yang sesuai engan indikator hasil belajar
· Memilih strategi dan metode yang sesuai dengan karakteristik siswa
· Merencanakan waktu yang diperlukan
· Menentukan jenis, prosedur dan alat penilaian.
c. Melaksanakan Kegiatan Remedial
Setelah kegiatan perencanaan remedial disusun,langkah berikutnya adalah melaksanakan kegiatan remedial. Sebaiknya pelaksanaan kegiatan remedial dilakukan sesegera mungkin, karena semakin cepat siswa dibantu mengatasi kesulitan yang dihadapinya, semakin besar kemungkinan siswa tersebut berhasil dalam belajarnya.
d. Menilai Kegiatan Remedial
Untuk mengetahui berhasil tidaknya kegiatan remedial yang telah dilaksanakan, harus dilakukan penilaian. Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji kemajuan belajar siswa.Apabila siswa mengalami kemauan belajar sesuai yang diharapkan, berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan cukup efektif membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Tetapi, apabila siswa tidak mengalami kemajuan dalam belajarnya berarti kegiatan remedial yang direncanakan dan dilaksanakan kurang efektif.
2. Pengertian pembelajaran Pengayaan
Kegiatan pengayaan adalah suatu kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
3. Tujuan pembelajaran pengayaan
Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan:
1. Tidak membahas materi pelajaran baru.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi.
3. Tercapai tingkat perkembangan siswa yang optimal terkait dengan tugas belajarnya.
4. Memanfaatkan kelebihan waktu bagi siswa yang cepat untuk hal-hal yang positif.
5. Agar siswa yang tergolong cepat tidak dirugikan karena harus menunggu temannya yang lambat belajar.
6. Siswa yang cepat tidak mengganggu siswa yang lambat karena kelebihan waktu
4. Prinsip-prinsip pembelajaran
Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengonsep pembelajaran pengayaan menurut Khatena (1992):
1. Inovasi
Guru perlu menyesuaikan program yang diterapkannya dengan kekhasan peserta didik, karakteristik kelas serta lingkungan hidup dan budaya peserta didik.
2. Kegiatan yang memperkaya
Dalam menyusun materi dan mendisain pembelajaran pengayaan, kembangkan dengan kegiatan yang menyenangkan, membangkitkan minat, merangsang pertanyaan, dan sumber-sumber yang bervariasi dan memperkaya.
3. Merencanakan metodologi yang luas dan metode yang lebih bervariasi
Misalnya dengan memberikan project, pengembangan minat dan aktivitas-akitivitas menggugah (playful). Menerapkan informasi terbaru, hasil-hasil penelitian atau kemajuan program-program pendidikan terkini.
5. Pelaksanaan pembelajaran pengayaan
Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
a. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dilakukan dengan cara sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
b. Belajar mandiri.
Belajar mandiri dilakukan dengan cara secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
c. Pembelajaran berbasis tema.
Pembelajaran berbasis tema dilakukan dengan cara memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu
Selasa, 28 April 2020
TUGAS 11
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Pembelajaran Remedial
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
1. Pengertian pembelajaran RemedialRemedial merupakan suatu bantuan untuk mengatasi kesulitan belajar. Ada beberapa program yang bisa dijalankan atau dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran remedial antara lain dalam bidang berhitung, membaca pemahaman dan menulis.
Remediasi mempunyai padanan remediation dalam bahasa Inggris. Kata ini berakar kata ‘toremedy’ yang bermakna menyembuhkan. Remediasi merujuk pada proses penyembuahan. Remedial merupakan kata sifat. Karena itu dalam bahasa Inggris selalu bersama dengan kata benda, misalnya ‘remedial work’, yaitu pekerjaan penyembuhan, ‘remedial teaching’ – pengajaran penyembuhan. Di Indonesia, istilah ‘remedial’ sering ditulis berdiri sendiri sebagai kata benda. Mestinya dituliskan menjadi pengajaran remedial, atau kegiatan remedial.
2. Tujuan Remedial
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum tujuan kegiatan remediasi adalah sama dengan pembelajaran pada umumnya yakni memperbaiki miskonsepsi siswa sehingga siswa dapat mencapai kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus kegiatan remediasi bertujuan membantu siswa yang belum tuntas menguasai kompetensi ditetapkan melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Melalui kegiatan remediasi siswa dibantu untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya.
3. Fungsi Remedial
Fungsi korektif, fungsi korektif ini berarti bahwa melalui pengajaran remedial dapat dilakukan pembetulan atau perbaikan terhadap hal-hal yang dipandang belum memenuhi apa yang diharapkan dalam keseluruhan proses pembelajaran.
Fungsi pemahaman, dengan pengajaran remedial memungkinkan guru, siswa, atau pihak-pihak lainnya akan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan komprehensif mengenai pribadi siswa.
Fungsi penyesuaian, pengajaran remedial dapat membentuk siswa untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya (proses belajarnya). Artinya, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik semakin besar.
Fungsi pengayaan, pengajaran remedial akan dapat memperkaya proses pembelajaran, sehingga materi yang tidak disampaikan dalam pengajaran regular, akan dapat diperoleh melalui pengajaran remedial.
Fungsi akselerasi, dengan pengajaran remedial akan dapat diperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan menggunakan waktu yang efektif dan efisien.
Fungsi terapeutik, ini berarti bahwa secara langsung atau tidak, pengajaran remedial akan dapat membantu menyembuhkan atau memperbaiki kondisi-kondisi kepribadian siswa yang diperkirakan menunjukkan adanya penyimpangan.
4. Prinsip pembelajaran remedial
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
a. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
b. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.
3. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian
Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.
5. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.
5. Metode dalam pembelajaran remedial
Metode yang digunakan dalam pembelajaran remedial adalah :
1) Tanya jawab
Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya sehingga mempermudah kegiatan bimbingan belajar. Tanya jawab bisa dilakukan secara individual maupun secara kelompok.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Memahami dirinya .
· Mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
· Memperbaiki cara belajarnya.
· Memungkinkan terbinanya hubungan guru dan siswa.
· Meningkatkan motivasi belajar.
· Merupakan kondisi yang menunjang pelaksanaan penyuluhan.
· Menumbuhkan rasa harga diri.
2) Diskusi
Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memprbaiki kesulitan dalam belajar yang dialami oleh kelompok siswa.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Setiap individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya serta menemukan jalan pemecahannya.
· Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap saling mempercayai dalam kelompok diskusi.
· Membangun kerjasama antar individu dalam kelompok diskusi.
· Menumbuhkan rasa kepercayaan diri.
· Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
3) Tugas
Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan pemberian bantuan, dengan pemberian tugas-tugas tertentu baik secara individual maupun kelompok. Dengan begitu siswa yang mengalami kesulitan dapat tertolong.
Tujuan digunakannya metode ini adalah :
· Siswa lebih memahami dirinya.
· Siswa dapat memperluas atau memperdalam materi yang dipelajari.
· Siswa dapat memperbaiki cara-caara belajar yang pernah dialami.
4) Kerja kelompok
Metode ini hamper bersamaan dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi, yang penting adalah interaksi diantara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Adanya pengaruh anggota kelompok yang cakap dan berpengalaman.
· Kehidupan kelompok dapat meningkatkan minat belajar.
· Kehidupan kelompok dapat memupuk tanggung jawab dan saling memahami diri
5) Tutor
Tutor adalah siswa sebaya yang ditunjuk/ditugaskan untuk mrmbantu temannya yang mengalami kesulitan belajar karena hubungan antar teman umumnya lebih dekat dibandingkan dengan gurunya. Dengan petunjuk-petunjuk dari guru, tutor dapat membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesulitan. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. Pemilihan tutor ini didasarkan atas prestasi, punya hubungan sosial yang baik dan cukup disenangi oleh teman-temannya.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Adanya hubungan yang lebih dekat dan akrab.
· Tutor sendiri kegiatannya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar.
· Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab.
6) Pengajaran individual
Pengajaran individual adalah interaksi antara guru dengan siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan metode ini bersifat individual sesuai dengan kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Materi yang diberikan mungkin pengulangan, mungkin materi baru dan mungkin pengayaan apa yang telah dimiliki oleh siswa.
Pengajaran individual ini bersifat teraputik artinya mempunyai sifat penyembuhan dengan cara memoerbaiki cara-cara belajar siswa. Untuk melaksanakan pengajaran individual ini, guru dituntut memiliki kemampuan membimbing dan bersikap sabar, ulet, rela, bertanggung jawab, menerima, dan memahami dan sebagainya.
Hasil yang diharapkan dalam pengajaran ini di samping adanya perubahan prestasi belajar juga adanya perubahan dalam permasalahan dalam diri siswa
TUGAS 10
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
“Keterampilan Mengelola Kelas”
Disusun Oleh:
Norsapira Mardeka
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari, M. Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
A. Keterampilan Mengelola Kelas
1. Pengertian keterampilan mengelolah kelas
1. Pengertian keterampilan mengelolah kelas
Menurut syaiful bachri Djamarah, penegolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memilihara kondisi belajar optimal dan membalikkannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.
menurut kementrian pendidikan dan kebudayaan, pengolaan kelas adalah segala usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi peserta didik untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.
dari pendapat diatas dapat disimpulkan pengelolaan kelas adapah upaya yang di lakukan oleh guru meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengotimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi peserta didik.
2. Tujuan Pengelolaan Kelas
a. Bagi Siswa
a.Mendoromg siswa bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan pengendalian diri
b.Membantu siswa memahami tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas
c.Menimbulkan keinginan berpartisipasi dalam tugas dan bertingkah laku sesuai dengan aktivitas kelas
b. Bagi Guru
a.Mengembangkan keterampilan memelihara kelancaran pengajaran.
b.Mengembangkan keterampilan mengambil langkah-langkah pembelajaran secara tepat.
c.Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensi dalam memberikan pengarahan yang jelas.
d.Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan.
3. Prinsip-Prinsip Penggunaan
1. Kehangatan dan keantusiasan
2.Tantangan
3.Bervariasi
4.Keluwesan
5. Penekanan pada hal-hal yang positif
6. Penanaman kedisiplinan diri
4.Komponen-komponen Keterampilan Mengelola Kelas
1.keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar yang optimal (bersifat preventif)
a. sikap Tanggap
b. Membagi perhatian
c. Pemusatan perhatian kelompok
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengembangan kondisi yang optimal
a. Modifikasi tingkah laku
b. Guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas dan memelihara kegiatan kelompok.
c. Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah.
B Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil
Menurut Dequeliy dan Gazali (Slameto, 2010: 30) mendefinisikan mengajar adalah menambah pengetahuan pada seseorang dengan cara paling singkat dan tepat
Ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kemampuan guru / instruktur / widyaiswara dalam mengembangkan terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab antar guru dengan siswa, maupun antar siswa dan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun perorangan Didi Suprieadi dan Deni Darmawan bandung pt remaja rosdakarya (2012: 158)
Jadi ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan adalah kecakapan menanamkan pengetahuan yang dilakukan pada sekelompok siswa dan pada siswa secara individu (muhidin, 2011).
1. Peran Guru
1.Organisator kegiatan belajar mengajar
2. Sumber informasi bagi siswa.
3. Pendorong bagi siswa untuk belaja
4. Orang yang mendiagnosa kesulitan siswa serta memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa
5. Penyedia materi dan kesempatan belajar bagi siswa
6. Peserta kegiatan yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti siswa yang lainnya
2. Syarat-syarat Mengajar
1. Adanya hubungan yang sehat dan akrab antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa
2. Siswa belajar dengan kecepatan, kemampuan, cara dan minat sendiri
3. Siswa mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhannya
4. Siswa dilibatkan dalam perencanaan belajar
5. Guru dapat memainkan berbagai peran
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengajar kelompok kecil atau perorangan
1. Pembelajaran dilakukan berdasarkan perbedaan individu.
2. Memperhatikan dan melayani kebutuhan siswa
3.Mengupayakan proses belajar mengajar yang aktif dan efektif.
5. Merangsang tumbuh kembangnya kemampuan optimal siswa.
6. Pergeseran dari pengajaran klasikal ke pengajaran kelompok dan perseorangan
7. Langkah pengajaran kelompok kecil dan perorangan.
8. Menggunakan berbagai variasi dalam pengorganisasiannya
Minggu, 26 April 2020
TUGAS 9
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan Dasar Mengajar II
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Kemampuan Membuka Dan Menutup Pelajaran
1. Pengertian Membuka pelajaran
MenurutDjamarah(2005:13) Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari.
Menurut Usman(1995:91) Membuka pelajaran ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondisi siswa agar mental dan perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar .
Djamarah (2005: 139) memberi contoh membuka pelajaran pada pengenalan konsep baru :Guru : Nah, anak-anak! Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari suatu pokok bahasan baru, yakni tentang “ bagun datar”. Tetapi, sebelum kita pelajari lebih lanjut topik itu, cobalah perhatikan dahulu ke depan. Gambar apakah yang ibu pegang ini ? ya, kamu indra!” dan seterusnya.
2. Pengertian menutup pelajaran
Menurut Mulyasa(2005:88-89) Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk mengetahui pencapaian tujuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk kepentingan tersebut kegiatan yang dapat dilakukan guru antara lain meninjau kembali dengan cara merangkum inti pelajaran yang mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan, mengevaluasi memberikan penilaian pada siswa dan juga sebagai balikan perbaikan program pembelajaran, dan Tindak lanjut diberikan agar terjadi pemantapan pada diri siswa terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Komponen kemampuan membuka dan menutup pelajaran menurut Usman (1995: 95) meliputi :
a. Komponen Keterampilan Membuka Pelajaran :
(1) Menarik perhatian siswa.
(2) Menimbulkan motivasi.
(3) Memberi acuan.
(4) Membuat kaitan atau hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari dengan pengalaman yang telah dikuasai siswa.
b. Komponen Kemampuan Menutup Pelajaran :
(1) Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan
(2) Mengevaluasi.
(3) Tindak Lanjut.
Menurut Mulyasa (2005: 84) mengatakan bahwa upaya yang perlu dilakukan dalam kegiatan membuka dan menutup pelajaran sebagai berikut :
a. Membuka Pelajaran Meliputi Kegiatan :
(1) Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disampaikan.
(2) Menyampaikan tujuan yang akan dicapai dan garis besar materi yang akan dipelajari (dalam hal tertentu bisa dirumuskan bersama siswa).
(3) Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugastugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
(4) Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang disajikan.
(5) Mengajukan pertanyaan,baik untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap pelajaran yang lalu maupun untuk menjajagi kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.
b. Menutup Pelajaran Meliputi Kegiatan:
(1) Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh siswa atas permintaan guru, atau boleh siswa bersama guru).
(2) Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
(2) Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
(3) Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari, dan tugas-tugas yang harus dikerjakan.
(4) Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
(4) Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
B. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
1. Pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Membimbing secara harfiah dalam istilah asing disebut guide yang berarti mengarahk memandu, mengelola, dan menyetir.[2] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia membimbing adalah memimpin, memberi petunjuk, memberi penjelasan lebih dulu.[3]
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses teratur yang melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi tatap muka yang formal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, dan pemecahan masalah. Siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah bimbingan guru atau temanya untuk berbagai informasi, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan
Menurut Rusman, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi sistem pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa secara kelompok. Untuk itu keterampialan guru harus dilatih dan dikembangkan, sehingga para guru memiliki kemampuan untuk melayani siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran kelompok kecil.[10]
Dapat disimpulkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil merupakan keterampilan yang harus dimilki guru. Keterampilan ini merupakan keterampilan guru dalam memimpin dan memfasilitasi jalannya proses diskusi agar diskusi berjalan dengan efektif.
2. Manfaat dan Tujuan Diskusi Kelompok Kecil
Penggunaan kelompok kecil dalam kegiatan pembelajaran bertujuan agar siswa siswa : [13]
1. Berbagi informasi dan pengalaman dalam memecahkan masalah,
2. Meningkatkan pemahaman atas masalh penting
3. Meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
4. Mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi,
5. Membina kerja sama yang sehat, kelompok yang kohesif, dan bertanggung jawab.
5. Membina kerja sama yang sehat, kelompok yang kohesif, dan bertanggung jawab.
3. Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi
Beberapa komponen yang terdapat dalam keterampilan membimbing diskusi sebagai berikut:[22]
1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
Caranya adalah sebagai berikut :
a) Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi Kemukakan
masalah-masalah khusus.
b) Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan.
c) Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi.
2. Memperluas masalah atau urunan pendapat.
Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyampaian ide yang kurang jelas hingga sukar ditangkap oleh anggota kelompok, yang akhirnya menimbulkan kesalah pahaman hingga keadaan dapat menjadi tegang. Dalam hal demikian tugas guru dalam memimpin diskusi untuk memperjelasnya, yakni dengan cara :
1)Menguraikan kembali atau merangkum urunan tersebut hingga menjadi jelas.
2)Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut.
3)Menguraikan gagasan siswa dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai hingga kelompok memperoleh pengertian yang lebih jelas.
3. Menganalisis pandangan siswa
Didalam diskusi sering terjadi perbedaan di antara anggota kelompok. Dengan demikian guru hendaklah mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara sebagai berikut :
· Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat.
· Memperjelas hal-hal yang disepakati dan yang tidak disepakati.
4. Meningkatkan urunan siswa
Beberapa cara untuk meningkatkan urunan pikir siswa adalah :
· Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk berpikir.
· Memberikan contoh-contoh verbal atau nonverbal yang sesuai dan tepat.
· Memberikan waktu untuk berpikir
· Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara :
· Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi dengan mengarahkan pertanyaan langsung secara bijaksana. Misalnya, “Bapak (Ibu) yakin bahwa Nita dapat menjawab. Coba, Nita”
· Mencagah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberikan giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu.
· Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memopoli pembicaraan.
· Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi antar siswa dapat ditingkatkan.
6. Menutup diskusi
Keterampilan akhir yang harus dikuasi oleh guru adalah menutup diskusi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
· Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa. Ini lebih efektif dari pada rangkuman hanya dibuat sendiri oleh guru.
· Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi ataupun tentang topik diskusi yang akan datang.
· Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang dicapai
7. Hal-hal yang harus diperhatikan
· Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
· Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
· Membiarkan terjadinya penyimpangan dari tujuan diskusi dengan pembicaraan yang tidak relevan.
· Membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi.
· Tidak memperjelas atau mendukung urunan pikir siswa
· Gagal mengakhiri diskusi secara efektif.
Selasa, 21 April 2020
TUGAS 8
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Keterampilan Dasar Mengajar
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Keterampilan mengadakan variasi
1. Pengertian
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksidengan peserta didik. dan siimulasi.
2. Tujuan
mengadakan variasi bertujuan untuk:
a. Mengatasi kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
b. Menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan lebih bermakna
c. meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensj yang harus dikuasai.
d. Memotivasi peserta didik aktifdalam pembelajaran (PAKIKEM)
3. Komponen
a. Variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi:
1) Variasi suara
2) Variasi kontak pandang
3) Variasi gerakan badan atau anggota badan dan mimik
4) Pergantian posisi pengajar maupun peserta didik.
b. Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran antara media yang dapat dilihat (y/sua/), media yang dapat didengar (audio), dan audio-visual, atau kombinasinya dalam bentuk multimedia.
c. Variasi pola interaksi
meningkatkan interaksi antara pengajar dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, pengajar dengan media, maupun peserta didik dengan media.
d. Variasi stimulasi
1) Menerima dan menyokong partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
2) Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berpadisipasi secara aktif dalam seluruh kegiatan pembelajaran.
3) Mengenal karakteristik peserta didik(student characterlsfics), sehingga dapat memberikan variasi stimulasi secara tepat.
B. Keterampilan menjelaskan
1. Pengertian
Keterampilan menjelaskan dimaksudkan adalah memberikan pengertian kepada orang lain(Brown, 1991: 111) Oleh karenanya keterampilan menjelaskan dapat diartikan sebagai keterampilan memberikan pengertian berupa penyajian informasi lisan yang diorganisasi secara sistematis kepada peserta didik, sehingga informasi atau pesan-pesan pembelajaran baik berupa fakta, konsep, prinsip, ataupun prosedur dapat dipahami oleh peserta didik dengan baik.
2. Tujuan
Keterampilan menjelaskan bertujuan untuk:
a. Membantu peserta didik dalam memahami fakta, konsep, prinsip, atau prosedur, serta membantu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
b. Melibatkan peserta didik untuk berpikir serta mengkomunikasikan ide dan gagasannya.
c. Memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pembelajaran.
d. Mendapatkan balikan dari peserta didik tentang penguasaan kompetensi yang harus dikuasai.
3. Komponen
Komponen keterampilan menjelaskan terdiri atas:
a. Pembawa pesan, yakni pengajar, dengan kompetensiyang dimiliki dan kesiapan yang dapat dilakukan.
b. lsi pesan, yakni kompeiensidanmateri pembelajaranyang harus dikuasai peserta didik
c. Media dan alat (software dan hatdwarc) dengan karakteristik dan kesiapannya
d. Penerima pesan, yakni peserta didik dengan karakteristik dan kesiapannya.
Langganan:
Postingan (Atom)