TUGAS 4
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Prosedur Pembelajaran
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
1.
Kegiatan
awal dan pra pembelajaran
Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan
untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa siap
mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Keberhasilan dalam melaksanakan
pendahuluan pembelajaran dapat mendukung proses dan hasil belajar siswa.
Kegiatan menyiapkan siswa yang langsung berkaitan dengan materi yang akan
dibahas disebut Kegiatan Awal Pembelajaran. Sementara itu, kegiatan yang
tidak langsung berkaitan dengan materi atau kompetensi yang kan dibahas
disebut Kegiatan Pra-pembelajaran.
A. Kegiatan Pra Pembelajaran
Kegiatan prapembelajaran atau disebut
juga kegiatan prainstruksional adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang
diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti pelajaran. Fungsi kegiatan tersebut
utamanya adalah untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang
memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan
baik. Efisiensi waktu dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran perlu
diperhatikan, karena waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut relatif singkat
sekitar 5 (lima) menit. Oleh karena itu, dengan waktu yang relatif singkat
diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran yang baik, sehingga
aktivitas-aktivitas pada awal pembelajaran tersebut dapat mendukung proses dan
hasil pembelajaran siswa. Kegiatan prapembelajaran biasanya bersifat umum dan
tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam
kegiatan inti pembelajaran.
Upaya yang dapat dilakukan guru pada
tahap prapembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan
sikap dan suasana kelas yang menarik
Kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh
sikap guru di depan kelas. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan
supaya siswa tidak merasa tegang, kaku bahkan takut. Kondisi yang menyenangkan
ini harus diciptakan mulai dari awal pembelajaran sehingga siswa akan mampu
melakukan aktivitas belajar dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang
dapat menghambat kreativitas siswa. Di samping itu, perlu adanya
kesiapan maupun penataaan alat-fasilitas kelas yang memudahkan siswa
beraktivitas belajar dalam kelas. Hal kecil juga dapat berpengaruh terhadap
kondisi belajar misalnya kebersihan dan kerapihan tempat belajar. Memberikan
salam di awal pertemuan dan berdoa sebelum pelajaran dimulai.
2. Memeriksa
kehadiran siswa/mengabsen
Kegiatan yang biasa dilakukan guru pada
jam pertama pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. Untuk menghemat waktu
dalam mengecek kehadiran siswa, guru dapat mengajukan pertanyaan
kepada siswa yang hadir tentang siswa yang tidak hadir dan alasan
ketidakhadirannya. Secara tidak langsung guru telah memberikan motivasi
terhadap siswa, berdisiplin dalam mengikuti pelajaran dan membiasakan diri
apabila tidak hadir perlu memberitahukan pada guru yang disampaikan melalui
temannya secara lisan atau tertulis.
3. Menciptakan
kesiapan belajar siswa
Kegiatan pembelajaran perlu didasari
oleh kesiapan dan semangat belajar siswa.
Kesiapan (readinees) belajar siswa merupakan salah satu prinsip
belajar yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Ada beberapa
alternatif yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapan dan semangat
dalam belajar siswa, khususnya dalam awal pembelajaran, alternatif yang perlu
dilakukan guru di antaranya:
a) Membantu
atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajar yang diperlukan
dalam kegiatan belajar.
b) Menciptakan
kondisi belajar untuk meningkatkan perhatian siswa dalam belajar.
c) Menujukan
minat dan penuh semangat yang tinggi dalam mengajar.
d) Mengontrol
(mengelola) seluruh aktivitas siswa mulai dari awal pembelajaran.
e) Menggunakan
media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menarik perhatian
siswa.
f) Mengembangkan
kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.
4.
Menciptakan suasana belajar yang
demokratis
Pada hakikatnya suasana belajar yang
demokratis dapat dikondisikan melalui pendekatan proses belajar CBSA (Cara
Belajar Siswa aktif). Untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis guru
harus membimbing siswa agar berani menjawab, berani bertanya, berani
berpendapat atau berani mengeluarkan ide- ide, dan berani memperlihatkan unjuk
kerja (performace). Suasana belajar yang demokratis harus dikondisikan sejak
awal pembelajaran, guru harus selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk
melakukan kreativitas.
a. Melaksanakan
Kegiatan Apersepsi dan atau Melaksanakan Tes Awal
Penilaian awal atau pre tes tujuannya
adalah untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran
yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. Kemampuan awal tersebut sebagai
dasar untuk kelanjutan bahan pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa.
Pelaksanaan pre tes (tes awal) perlu dilaksanakan untuk dapat menjajagi bahan
pelajaran apa yang sudah dikuasai oleh siswa. Kegiatan guru dalam apersepsi
lebih menitik beratkan pada kegiatan mengulas (secara singkat) tentang bahan
pelajaran yang sudah dipelajari dengan yang akan dipelajari sehingga
keterkaitannya dapat dipahami siswa. Pelaksanaan tes awal perlu memperhatikan
waktu yang tersedia supaya dalam prosesnya tidak mengganggu kegiatan
pembelajaran inti. Tes awal dapat dilakukan dengan cara lisan yang ditujukan
pada beberapa siswa yang dianggap representatif (mewakili) seluruh siswa.
Terkadang tes awal dalam prosesnya selalu dipadukan dengan kegiatan apersepsi.
Seperti telah dikemukakan diatas bahwa apersepsi menekankan pada upaya guru
dalam menghubungkan materi pelajaran yang sudah dimiliki oleh siswa dengan
materi yang akan dipelajari oleh siswa.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan
dalam kegiatan apersepsi di antaranya:
1) Mengajukan
pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya
Pertanyaan yang diajukan harus
berhubungan dengan materi yang sudah dipelajari oleh siswa. Selanjutnya esensi
pertanyaan tersebut harus dapat mengarahkan siswa supaya mampu mengingat
kembali tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari. Setiap pertanyaan dalam
apersepsi perlu dikaitkan dengan informasi atau bahan yang berhubungan dengan
lingkungan (kontekstual) siswa.
2) Memberikan
komentar terhadap jawaban siswa serta mengulas materi pelajaran yang akan
dibahas.
Memberikan komentar terhadap jawaban
yang diberikan oleh siswa maksudnya adalah supaya guru dapat memberikan
penguatan serta dapat lebih memperjelas jawaban itu sendiri, komentar jawaban
tersebut secara bertahap harus dapat mengarahkan siswa pada pokok-pokok materi
yang akan dipelajari.
3) Membangkitkan
motivasi dan perhatian siswa
Membangkitkan motivasi dan perhatian
siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan pada setiap tahapan kegiatan
pembelajaran. Khususnya pada tahap awal pembelajaran, siswa perlu difokuskan
perhatiannya yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan
motivasi siswa dalam belajar. Pada umumnya, dalam kegiatan awal pembelajaran
sebagian besar siswa masih belum terfokus perhatiannya, sehingga guru perlu
mensiasati agar mulai pada awal pembelajaran siswa tersebut menjadi memiliki
perhatian yang tinggi terhadap pelajaran. Kondisi tersebut disebabkan karena
proses berpikir siswa masih terkait dengan pelajaran sebelumnya atau dengan
kegiatan-kegiatan yang siswa alami sebelumnya.
B. Kegiatan awal
pembelajaran
Kegiatan awal pembelajaran dalah
kegiatan yang dilaksanakan untuk menyiapkan siswa yang langsung berkaitan
dengan materi yang akan dibahas. Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk
menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran. Selain itu,
kegiatan awal dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa
dalam mengikuti pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang
batas-batas tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan menunjukkan
hubungan antara pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahap kegiatan awal
pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Menimbukan
motivasi dan perhatian siswa
Guru perlu membangkitkan perhatian dan
memotivasi siswa sebelum kegiatan berlanjut pada kegiatan inti. Biasanya
pikiran siswa masih teringat pada materi pelajaran yang dibahas
sebelumnya dalam hal ini guru harus jeli menyiasatinya dengan memfokuskan
perhatian siswa. Misalnya, dengan menyampaikan cerita yang menimbulkan
pertanyaan, menunjukkan gambar atau alat peraga. Dengan tumbuhnya motivasi pada
siswa, proses pembelajaran akan berlangsung lebih mudah.
2. Memberi
acuan
Dalam kaitan dengan kegiatan awal
pembelajaran, memberi acuan diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan
secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akan dipelajari
dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang
dapat dilakukan guru dalam memberi acuan, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Memberitahukan
tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan
dipelajari.
Kegiatan paling awal yang perlu
dilakukan guru sebelum membahas pelajaran, adalah memberitahukan tujuan atau
kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembelajaran dilakukan atau
garis besar materi yang akan dipelajari siswa. Dengan informasi tersebut, siswa
akan memperoleh gambaran yang jelas tentang kemampuan yang dikuasai dan ruang
lingkup materi yang akan dipelajari.
b. Menyampaikan
alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa
Dengan menyampaikan kegiatan
yang akan dilakukan selama pembelajarann berlangsung, siswa akan
terarah usahanya untuk mencapai kemampuan atau menguasai topik-topik tersebut.
Misalnya, jika dalam pembelajaran akan digunakan diskusi maka guru harus
menyampaikan teknik/prosedur diskusi tersebut jika yang digunakan eksperimen
maka guru harus menyampaikan teknik/prosedur eksperimen atau jika pembelajaran
akan berlangsung dengan kerja kelompok maka guru membentuk kelompok dan
menyampaikan teknik/prosedur kerja kelompok tersebut dan begitu pula dengan
strategi-strategi yang lainnnya. Di samping menyampaikan informasi tentang
kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung, guru juga
hendaknya menyampaikan informasi tentang sumber-sumber belajar yang mendukung
dan dapat digunakan oleh siswa.
3. Membuat
kaitan (apersepsi)
Siswa akan tertarik terhadap pelajaran yang
diberikan apabila mereka melihat atau hubungan dengan apa yang telah dikenal
atau sesuai dengan pengalaman mereka terrdahulu atau sesuai dengan
minat dan kebutuhan mereka. Ajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang
mempunyai kaitan dan sudah dipelajari sebelumnya. Bimbing siswa agar mengemukakan
pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas jika memang ada.
Ceritakan tentang manfaat yang diperoleh dari materi yang akan dipelajari.
4. Melaksanakan
tes awal (pre test)
Hal ini dilakukan untuk mengukur dan
mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai
siswa. Tes ini dapat dilakukan secara lisan. Informasi hasil tes dapat
digunakan untuk menentukan dari mana pembahasan materi baru akan dimulai.
Dalam keseluruhan proses pembelajaran,
alokasi waktu unntuk kegiatan awal pembelajaran relatif singkat. Oleh karena
itu, guru diharapkan memiliki kemampuan mendukung proses dan hasil pembelajaran
yang optimal. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru
sejalan dengan tugasnya di sekolah, khususnya dalam melaksanakan kegiatan awal
pembelajaran diantaranya adalah guru hendaknya :
a) Memahami
latar belakang (termasuk kemampuan) siswa,
b) Dapat
membangkitkan (menarik) perhatian siswa sehingga perhatian terpusat pada
pelajaranyang akan diikutinya,
c) Dapat
memberikan bimbingan belajar secara kelompok maupun individu,
d) Dapat
menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehingga siswa meresakan adanya
suasana belajar yang aman dan menyenangkan,
e) Memberikan
penguatan pada siswa.
f) Menanamkan
disiplin pada siswa.
2. Kegiatan inti dala
pembelajaran
Seperti telah dikemukakan, bahwa
kegiatan inti pembelajaran merupakan kegiatan yang utama dalam proses
pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar (learning
experience) siswa. Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran adalah
suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang
dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu.
Kegiatan inti dalam pembelajaran sangat
memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam
membentuk kemampuan siswa yang telah ditetapkan. Proses kegiatan inti dalam
pembelajaran akan menggambarkan tentang penggunaan strategi dan pendekatan
belajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, karena pada hakekatnya
kegiatan inti pembelajaran merupakan implementasi strategi dan pendekatan
belajar.
A. Pembahasan Materi Pelajaran
Dalam Pembelajaran Klasikal
Kegiatan pembelajaran klasikal cenderung
digunakan apabila dalam proses pembelajarannya guru lebih banyak menyajikan
materi (eksploratif). Penyajian dalam pembelajaran klasikal lebih menekankan
pada kegiatan pemberian informasi atau penjelasan materi yang belum dipahami
siswa. Salah satu keunggulan pembelajaran klasikal adalah memberikan kemudahan
bagi guru mengorganisasi materi pelajaran, karena bahan pelajaran tersebut
seragam diberikan pada siswa. Pembelajaran klasikal dapat digunakan
apabila materi pelajaran lebih bersifat informatif atau fakta. Alternatif
metode yang sering digunakan dalam pembelajaran klasikal adalah metode ceramah
dan tanya jawab bervariasi atau metode lain yang dianggap sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran.
1. Prinsip-prinsip
pembelajaran klasikal
a) Sistematis
b) Perhatian
dan aktivitas
c) Media
pembelajaran
d) Latihan
penugasan
2. Kegiatan
inti dalam pembelajaran klasikal
a)
Menyajikan (presentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi.
b) Melakukan
asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap
bahan pelajaran.
B. Pembahasan
Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Kelompok
Pembelajaran kelompok merupakan suatu proses
pembelajaran yang didesain dalam bentuk kelompok dengan jumlah siswa antara 4
sampai 6 orang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar. Pembelajaran
kelompok cenderung banyak digunakan dalam pembelajaran dengan pendekatan CBSA
(Cara Belajar Siswa Aktif). Di samping itu, pembelajaran kelompok sangat
memungkinkan siswa untuk mengumpulkan informasi dan membangun pengetahuan
secara bekerja sama.
Pembelajaran kelompok sering disebut
dengan pembelajaran kooperatif (cooperatif learning). Berdasarkan teori yang
melandasi pembelajaran kelompok, siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami
konsep-konsep yang dianggap sulit sebelumnya melalui belajar secara kelompok
dan bekerja sama. Melalui kegiatan kelompok, secara langsung siswa akan
berpikir logis, kritis, dan kooperatif dalam memberikan alternatif penyelesaian
masalah melalui kesepakatan kelompok.
1. Prinsip-prinsip
pembelajaran kelompok
a) Adanya topik dan
permasalahan
b) Pembentukan
kelompok
c) Kerja
sama
d) Perhatian
e) Motivasi
f) Sumber
belajar dan fasilitas
g) Latihan
dan tugas.
2. Kegiatan
inti dalam pembelajaran kelompok
a) Merumuskan
masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran.
b) Mengidentifikasi
masalah atau sub-sub masalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan.
c) Analisis
masalah berdasarkan sub-sub masalah.
d) Menyusun
laporan oleh masing-masing kelompok.
e) Presentasi
kelompok atau melaporkan hasil diskusi kelompok kecil pada seluruh kelompok
dilanjutkan diskusi kelas yang langsung dibimbing oleh guru.
f) Menyimpulkan
hasil diskusi berdasarkan rumusan masalah dan sub-sub masalah.
C. Pembahasan
materi pelajaran dalam pembelajaran perseorangan
Kegiatan pembelajaran perseorangan dapat
membantu proses pembelajaran yang mengarah pada optimalisasi kemampuan siswa
secara individu. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang
didalamnya mencakup implementasi diversifikasi kurikulum, menuntut adanya
penyesuaian pembelajaran dengan potensi siswa. Diversifikasi kurikulum
merupakan suatu kurikulum yang dapat memeperluas, memperdalam, dan menyesuaikan
dengan keragaman kondisi dan kebutuhan, baik yang menyangkut kemampuan atau
potensi siswa maupun yang menyangkut potensi lingkungan. Salah satu pendekatan
pembelajaran yang memungkinkan dapat memfasilitasi penyesuaian dengan potensi
siswa (diversifikasi kurikulum) adalah pembelajaran perseorangan. Dengan
menerapkan pembelajaran perseorangan, siswa dapat belajar secara optimal sesuai
dengan potensi yang dimilikinya. Kegiatan pembelajaran perseorangan ditunjukkan
untuk menampung kegiatan pengayaan dan perbaikan (Depdikbud : 1990 : 39).
Pembelajaran perseorangan pada umumnya
lebih banyak diterapkan dalam pemberian tugas adan atau latihan. Dalam
pelaksanaannya, setelah menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan
pengarahan tentang tahapan atau teknik belajar yang harus ditempuh oleh siswa
(kegiatan awal pembelajaran), langkah selanjutnya (kegiatan inti pembelajaran)
yang dilakukan guru adalah sebagai berikut :
1) Menjelaskan
secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan atau yang kan
dilatihkan pada siswa.
2) Memberikan
lembaran kerja atau tugas. Pada tahap ini, guru memberikan bimbingan atau
arahan/petunjuk yang sistematis secara lisan dan tertulis. Selain itu, guru
juga hendaknya memberikan stimulus atau dorongan supaya siswa dapat melakukan
interaksi dan asosiasi, sehinngga tugas atau latihan tersebut dapat dilakukan
secara optimal.
3) Memantau
dan menilai kegiatan siswa. Pada kesempatan ini guru berkeliling memantau
kegiatan yang dilakukan siswa, dan memberikan bantuan atau bimbingan, apa bila
ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas atau latihan.
Pada
akhir kegiatan pembelajaran, guru memeriksa dan menilai tugas atau latihan yang
telah dikerjakan oleh siswa serta memberikan balikan terhadap pekerjaan siswa.
Guru juga dapat membuat kesimpulan bersama-sama siswa tentang materi
pembelajaran yang telah ditugaskan.
3. Kegiatan
akhir dan tindak lanjut pembelajaran
A. Kegiatan
Akhir
Kegiatan akhir dalam pembelajaran tidak
hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. Yang lebih penting
adalah untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan.
Dengan melakukan kegiatan akhir pembelajaran, guru akan mengetahui kompetensi
yang sudah dan yang belum dikuasai oleh siswa. Kegiatan yang biasa dilakukan
guru dalam kegiatan akhir ini adalah memberikan tes baik lisan maupun tertulis.
Selain itu, guru hendaknya melakukan kegiatan akhir pembelajaran agar siswa
memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi yang sudah
dipelajarinya.
1) Meninjau
Kembali Penguasaan Siswa
Untuk meninjau kembali penguasaan siswa
terhadap materi yang telah dipelajari siswa, guru dapat melakukan dua cara
yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi
pembelajaran. Kegiatan merangkum (menyimpulkan) dan membuat ringkasan sebaiknya
dilakukan oleh siswa di bawah bimbingan guru sehingga pada saat siswa membuat
rangkuman atau kesimpulan atau ringkasan itu salah atau kurang sempurna, guru
dapat membetulkan atau menyempurnakan rangkuman/kesimpulan/ringkasan yang
dibuat siswa.
Dalam melaksanakan kegiatan membuat
rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria berikut :
a. Berorientasi
pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.
b. Singkat,
jelas dan bahasa (tulis/lisan) mudah dipahami.
c. Kesimpulan/rangkuman/ringkasan
tidak keluar dari topik yang telah dibahas.
d. Dapat
menggunakan waktu sesingkat mungkin.
2) Melaksanakan
Penilaian
Kegiatan penilaian dalam proses
pembelajaran merupakan kegiatan mutlak yang harus dilaksanakan oleh guru dalam
pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai
tindaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu, guru perlu
memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Untuk menbetahui
penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan, guru dapat memberikan tes
atau meminta siswa untuk membuat ringkasan atau kesimpulan dari materi yang
telah dibahas.
Memberikan tes merupakan salah satu
kegiatan akhiryang sering dilakukan guru. Untuk itu, guru perlu memiliki
kemampuan mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes
yang dilakukan pada akhir pembelajaran disebut tes akhir (post-test), yaitu tes
yang ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang
telah dipelajari.
B. Kegiatan Tindak
Lanjut Pembelajaran
Dari hasil penilaian dan meninjau kembali penguasaan
siswa (kegiatan akhir pembelajaran)
, guru akan mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Dengan
memperhatikan tingkat penguasaan siswa guru perlu melakukan kegiatan tindak
lanjut. Kegiatan tindak
lanjut dapat dilakukan di luar jam pelajaran dan
disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.
Tujuan dari kegiatan tindak
lanjut adalah untuk mengoptimalkan hasil
belajar siswa. Berikut ini beberapa kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan
guru dalam upaya mengoptimalkan penguasaan siswa (Ruhimat, 2007). Adapun
kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan di antaranya :
1. Memberikan
tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah (PR)
Dalam memberikan tugas dan latihan guru
perlu memperhatikan waktu yang tersedia dan kemampuan yang dimiliki siswa.
Berikan tugas sesuai dengan kemampuan siswa, karena pemberian tugas yang
berlebihan dapat membuat siswa frustasi, jenuh, bahkan akan menurunkan motivasi
belajarnya. Setiap pemberian tugas kepada siswa harus berorientasi pada
kompetensi yang harus dicapai dan memberikan manfaat bagi siswa.
Beberapa hal yang harus diperhatikan
oleh guru dalam memberikan tugas kepada siswa:
Ø Menentukan
dan menjelaskan secara singkat tentang topik tugas yang akan diberikan kepada
siswa.
Ø Menjelaskan
tentang tahapan tugas yang harus dilakukan oleh siswa.
Ø Memberikan
kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang bagian tugas yang belum
dipahaminya.
Ø Memeriksa
dan membahas setiap tugas yang diberikan.
2. Membahas
kembali materi pelajaran yang belum dikuasai siswa
Sebagai tindak lanjut dari adanya
kemampuan yang belum dikuasai siswa, guru hendaknya merancang kegiatan untuk
membantu siswa menguasai kemampuan yang belum dikuasanya. Dalam hal ini ada dua
kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan guru, yaitu:
Ø Membahas
materi yang belum dikuasai siswa pada saat itu juga
Ø Membahas
materi tersebut pada pertemuan berikutnya.
3. Membaca
materi dari sumber lain
Kegiatan ini dapat ditugaskan kepada
siswa yang belum ataupun yang sudah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.
Agar siswa dapat melaksanakan tugas tersebut secara maksimal, sebaiknya guru
menyiapkan pertanyaan yang harus dijawab siswa atau meminta siswa membuat
laporan hasil membacanya.
4. Memberikan
motivasi atau bimbingan belajar
Guru hendaknya memberikan bimbingan
kepada siswa agar mereka mampu memperbaiki kekurangannya. Bimbingan tersebut
dapat berupa arahan atau petunjuk yang jelas kepada siswa sehingga tugas yang
diberikan dapat diselesaikan secara maksimal. Bimbingan ini akan menjadi
dorongan atau motivasi kepada siswa untuk terus belajar.
5. Menginformasikan
topik yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya
Hal ini dilakukan untuk membimbing atau mengarahkan
siswa dalam kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Diharapkan
siswa akan mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya di rumah sebelum mengikuti pelajaran di sekolah.
Setelah guru menganggap kegiatan akhir
dan tindak lanjut
pembelajaran selesai dilaksanakan secara
optimal dan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, maka langkah
selanjutnya guru menutup pelajaran. Jika pelajaran berlangsung pada jadwal yang
paling akhir, maka tutuplah pelajaran dengan berdoa bersama siswa.