Selasa, 21 April 2020



TUGAS 8

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Keterampilan Dasar Mengajar



Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ADZKIA PADANG

2020

A.  Keterampilan mengadakan variasi
1.      Pengertian
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksidengan peserta didik. dan siimulasi.
2.      Tujuan
mengadakan variasi bertujuan untuk:
a.       Mengatasi kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
b.       Menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan lebih bermakna
c.      meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensj yang harus dikuasai.
d.      Memotivasi peserta didik aktifdalam pembelajaran (PAKIKEM)
3.      Komponen
a.    Variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi:
1)   Variasi suara
2)   Variasi kontak pandang
3)   Variasi gerakan badan atau anggota badan dan mimik
4)   Pergantian posisi pengajar maupun peserta didik.
b. Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran antara media yang dapat dilihat (y/sua/), media yang dapat didengar (audio), dan audio-visual, atau kombinasinya dalam bentuk multimedia.
c.    Variasi pola interaksi
    meningkatkan interaksi antara pengajar dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, pengajar dengan media, maupun peserta didik dengan media.
d.   Variasi stimulasi
1)   Menerima dan menyokong partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
2)   Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berpadisipasi secara aktif dalam seluruh kegiatan pembelajaran.
3)   Mengenal karakteristik peserta didik(student characterlsfics), sehingga dapat memberikan variasi stimulasi secara tepat.
B.  Keterampilan menjelaskan
1.      Pengertian
 Keterampilan menjelaskan dimaksudkan adalah memberikan pengertian kepada orang lain(Brown, 1991: 111) Oleh karenanya keterampilan menjelaskan dapat diartikan sebagai keterampilan memberikan pengertian berupa penyajian informasi lisan yang diorganisasi secara sistematis kepada peserta didik, sehingga informasi atau pesan-pesan pembelajaran baik berupa fakta, konsep, prinsip, ataupun prosedur dapat dipahami oleh peserta didik dengan baik.
2.      Tujuan
 Keterampilan menjelaskan bertujuan untuk:
a.  Membantu  peserta didik dalam memahami fakta, konsep, prinsip, atau prosedur, serta membantu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
b.      Melibatkan peserta didik untuk berpikir serta mengkomunikasikan ide dan gagasannya.
c.       Memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pembelajaran.
d.  Mendapatkan balikan dari peserta didik tentang penguasaan kompetensi yang harus dikuasai.
3.      Komponen
 Komponen keterampilan menjelaskan terdiri atas:
a.      Pembawa pesan, yakni pengajar, dengan kompetensiyang dimiliki dan kesiapan yang dapat dilakukan.
b.      lsi pesan, yakni kompeiensidanmateri pembelajaranyang harus dikuasai peserta didik
c.       Media dan alat (software dan hatdwarc) dengan karakteristik dan kesiapannya


d.      Penerima pesan, yakni peserta didik dengan karakteristik dan kesiapannya.

Kamis, 19 Maret 2020


TUGAS 7

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Keterampilan Dasar Mengajar



Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ADZKIA PADANG

2020

A.  Keterampilan Bertanya
1.    Pengertian
Keterampilan Bertanya merupakan kegiatan pengajar dalam menyampaikan pertanyaan kepada peseda didik dalam proses pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut.
Menurun  Brown (1991: 124-132) menggolongkan pertanyaan ke dalam pertanyaan kognitif tingkat rendah, yang mencakup ingatan, pemahaman, dan penerapan dan pertanyaan kognitif tingkat tinggi, yang meliputi analisis, sintesis dan evaluasi.
 Sedangkan jika  menggunakan kategori jenjang kognitif hasil revisi Anderson (2001: 83) akan meliputi: analisis (aralyze), evaluasi(eyaluaie), dan mengkreasi (creafe). Dengan demilian ketrampilan bertanya dapat diartikan sebagai keterampilan pengajar dalam menyampaikan pertanyaan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut.
 Keterampilan bertanya bagi pengajar merupakan hal mendasaa dan tidak dapat ditinggalkan dalam kegiatan pembelajaran_Keterampilan bertanya memerlukan pemahaman dan latihan dari seorang pengajar.pengajardiharapkan dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan beftanya pada sjtuasiyang iepat, sebab memberi pertanyaan secara efektif dan efisien akan dapat ntenimbulkan perubahan perilaku baik pada pengajar maupun dari peserta didik.
2.         Tujuan
Keterampilan bertanya dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan agar peserta didik memperoleh pengetahuan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Keterampilan bedan.:" perlu dikuasai dan diimplementasikan dalam pembelajaran dengan tujuan:
a.    Mengurangi dominasi pengajar lteachet oriented/centered) dalam kegja:- pembelajaran.
b.    Mendorong keberanian peserta didikuntuk berpendapat.
c.    Meningkatkan partjsipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, sesuai der= prinsip PAKIKEM.
d.   Mengarahkan kegiatan pembelajaran agar focus kepada kompetensi yang telah ditetapkan.
3.         Komponen
Sejumlah komponen ketelampilan bertanya di antaranya:
 a. Pertanyaan diaiukan secara ielas
 b. Pertanyaan memancing pendapat atau keaktifan peserta didik
 c. Pemberian acuan
 d. Pemusatan
 e. Pemindahan giliran
 f. Penyebaran
g. Pemberian waktu berpikir
h. Pemberian tuntunan
i.  Pengaturan tingkat kognitif pertanyaan
j.  Pengaturan urutan pertanyaan
k. Penggunaan pertanyaan pelacak
l. Peningkatan terjadinya interaksi
B.  Keterampilan memberi penguatan
1.      Pengertian
 Penguatan (reinforcemen) dimaksudkan adalah respon positif dari pengajar kepada peserta didik yang telah berhasil melakukan perilaku (behavior) terientu secara baik Pemberian penguatan pada umumnya dilakukan oleh pengajar dengan tujuan agar peserta didik lebih giat berpartisiasi dalam interaksi pembelajaran dan mengulangi lagi perilaku yang baik.
Dengan kata lain penguatan adalah tanggapan pengaiar terhadap perilaku peserta didik yang memungkinkan dapat berulangnya kembali perilaku yang dianggap baik.
2.      Tujuan
Keterampilan memberikan penguatan bertujuan untuk:
a.       Menumbuhkan perhatian peserta didik.
b.      Memotivasi peserta didik terhadap pencapaian kompetensi.
c.    Mengendalikan berkembangnya perilaku negatif dan mendorong tumbuhnya perilaku positif dan Produktif.
d.      Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik.
e.       Mendorong peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajarnya
4.      Komponen
a.       Penguaian secara verbal, dengan kata-kata pujian atau penghargaan
b.      Penguatan secara non verbal, dengan menggunakan mimik dan gerakan badan
c.       Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan.
d.      Penguatan berupa simboldan benda
C.  Keterampilan mengadakan variasi
1.      Pengertian
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksidengan peserta didik. dan siimulasi.
2.      Tujuan
mengadakan variasi bertujuan untuk:
a.       Mengatasi kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
b.       Menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan lebih bermakna
c.      meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensj yang harus dikuasai.
d.      Memotivasi peserta didik aktifdalam pembelajaran (PAKIKEM)
3.      Komponen
a.    Variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi:
1)   Variasi suara
2)   Variasi kontak pandang
3)   Variasi gerakan badan atau anggota badan dan mimik
4)   Pergantian posisi pengajar maupun peserta didik.
b. Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran antara media yang dapat dilihat (y/sua/), media yang dapat didengar (audio), dan audio-visual, atau kombinasinya dalam bentuk multimedia.
c.    Variasi pola interaksi
    meningkatkan interaksi antara pengajar dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, pengajar dengan media, maupun peserta didik dengan media.
d.   Variasi stimulasi
1)   Menerima dan menyokong partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
2)   Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berpadisipasi secara aktif dalam seluruh kegiatan pembelajaran.
3)   Mengenal karakteristik peserta didik(student characterlsfics), sehingga dapat memberikan variasi stimulasi secara tepat.
D.  Keterampilan menjelaskan
1.      Pengertian
 Keterampilan menjelaskan dimaksudkan adalah memberikan pengertian kepada orang lain(Brown, 1991: 111) Oleh karenanya keterampilan menjelaskan dapat diartikan sebagai keterampilan memberikan pengertian berupa penyajian informasi lisan yang diorganisasi secara sistematis kepada peserta didik, sehingga informasi atau pesan-pesan pembelajaran baik berupa fakta, konsep, prinsip, ataupun prosedur dapat dipahami oleh peserta didik dengan baik.
2.      Tujuan
 Keterampilan menjelaskan bertujuan untuk:
a.  Membantu  peserta didik dalam memahami fakta, konsep, prinsip, atau prosedur, serta membantu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
b.      Melibatkan peserta didik untuk berpikir serta mengkomunikasikan ide dan gagasannya.
c.       Memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pembelajaran.
d.  Mendapatkan balikan dari peserta didik tentang penguasaan kompetensi yang harus dikuasai.
3.      Komponen
 Komponen keterampilan menjelaskan terdiri atas:
a.      Pembawa pesan, yakni pengajar, dengan kompetensiyang dimiliki dan kesiapan yang dapat dilakukan.
b.      lsi pesan, yakni kompeiensidanmateri pembelajaranyang harus dikuasai peserta didik
c.       Media dan alat (software dan hatdwarc) dengan karakteristik dan kesiapannya
d.      Penerima pesan, yakni peserta didik dengan karakteristik dan kesiapannya.



TUGAS 6

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Hakikat Media Pembelajaran


Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 ADZKIA PADANG

2020

A.  Hakikat,Fungsi, dan Peranan Media Pembelajaran
1.    Hakikat media pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran.
 Pembelajaran merupakan suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Menurut  Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Sedangkan proses komunikasi terdiri dari guru, bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
2.    Fungsi media pembelajaran
Levie & Lentz, mengemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media visual, yaitu:
a.    Fungsi atensi, media visual meruapakan media inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Dengan demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
b.    Fungsi afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
c.    Fungsi kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d.   Fungsi kompensatoris, media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
 Dengan kata lain, media pengajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan  memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
B.  Jenis dan karakteristik media pembelajaran
1.      Jenis media pembelajaran
Media yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut.
 1) Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam.
a)      Media auditif, media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam.
b)       Media visual, media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, dan cetakan. Ada pula gambar visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
c)      Media audiovisual, media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
2) Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam:
a)    Media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contohnya: radio dan televisi.
b)   Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
c)    Media untuk pengajaran individual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri, termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui computer

3) Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi dalam:
a)    Media sederhana. Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
b)   Media kompleks. Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunannya memerlukan keterampilan yang memadai.
2.      Karakteristik media pembelajaran
Karakteristik Media Visual Karakteristik media visual meliputi:
1)      Pesan visual
Ada 5 jenis yang termasuk pesan visual, yaitu:
a)      Gambar Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis yaitu, sketsa, lukisan dan photo. Pertama, sketsa atau bisa disebut juga sebagai gambar garis (stick figure). Kedua, lukisan merupakan hasil representasi simbolik dan artistik seseorang tentang suatu objek atau situasi. Ketiga, photo yakni gambar hasil pemotretan atau photografi.
b)      Grafik Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti.
c)      Diagram Sebuah diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada gambar.
d)     Bagan Bagan hampir sama dengan diagram. Bedanya, bagan lebih menekankan kepad asuatu perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi Peta Peta adalah gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya. Secara langsung atau tidak langsung peta mengungkapkan sangat banyak informasi seperti lokasi suatu daerah, luasnya, bentuknya, penyebaran penduduknya, daratan, perairan, iklim, sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain.
C.  Pemilihan penggunaan, perawatan, media pembelajaran sederhana
1.      Pemilihan media pembelajaran
Kegiatan pemilihan media pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses penggunaan media pembelajaran. Jika salah memilih media pembelajaran maka akan berpengaruh pada keberhasilan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Memilih media harus selalu dikaitkan dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang akan dicapai, sifat-sifat bahan ajar yang akan disampaikan, strategi pembelajaran yang akan digunakan, dan sistem evaluasinya. Media pembelajaran sangat banyak ragamnya dan setiap media memiliki kelemahan dan kelebihan, tidak ada media pembelajaran yang paling baik yang dapat digunakan untuk segala situasi dan kondisi.
Terdapat 3 hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu
1)   Tujuan pemilihan pembelajaran
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah digunakan untuk kegiatan pembelajaran atau pemberian informasi yang sifatnya umum atau sekedar hiburan saja ? jika digunakan untuk kegiatan pembelajaran, apakah untuk pembelajaran yang sifatnya individual atau kelompok tujuan pemilihan sangat berkaitan dengan kemampuan dalam menguasai berbagai jenis media pembelajaran berserta karakteristiknya.
2)   Karakteristik media pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik tetentu, dilihat dari segi ke andalanya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaanya. Pemahaman terhadap karakterisitik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran ini. Selain itu, kemampuan ini memberikan kemungkinan untuk menggunakan berbagai jenis media pembelajaran secara variasi. Apabila kurang memahami karakteristik tersebut maka akan dihadapkan pada kesulitan-kesulitan dan cenderung spekulatif.
3)   Alternatif media pembelajaran yang dapat dipilih
Memilih media pada dasarnya merupakan proses menganbil atau menentukan keputusan dari berbagai pilihan yang ada. Supaya media pembelajaran yang dipilih itu tepat, selain harus mempertimbangkan ketiga hal tersebut, perhatikan pula beberapa faktor berikut :
a.       Rencana pembelajaran
b.       Sasaran belajar
c.       Tingkat keterbacaan media
d.      Situasi dan kondisi
e.       Objektivitas
2.      Penggunaan media pembelajaran
Media pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah yang pokok yang dapat dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.
1.  Persiapan
Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah  persiapan diantaranya:
a)      membuat rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang akan digunakan.
b)       mempelajari buku petunjuk atau bahan penyerta  yang telah disediakan,
c)       menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan digunakan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari lagi serta peserta didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.
2.  Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga Pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran perlu mempertimbangkan seperti:
a)      Yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap dan siap untuk digunakan.
b)      Jelaskan tujuan yang akan dicapai,
c)      Jelaskan lebih dahulu apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran,
d)     Hindari kejadian-kejadian yang sekiranya dapat mengganggu perhatian/konsentrasi, dan ketenangan  peserta didik.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi,  latihan dan tes.


3.      Perawatan media pembelajaran
Agar media pembelajaran yang telah dibuat dapat terpelihara dengan baik dan digunakan berkali-kali dalam waktu relatif lama maka perlu pemeliharan dan perawatan. Berikut cara praktif dalam memelihara dan merawat media pembelajaran sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya banyak tanpa biaya sedikitpun, antara lain :
a.       Media grafis, seperti bagan, diagram, grafik, poster, dan kartun yang dibuat dengan ukuran besar, diberi bingkai pada bagian atas dan bawah. Cara menyimpananya tidak digulung atau dilipat supaya media tersebut tidak rusak.
b.      Dalam upaya pemeliharan dan kepraktisan dalam penggunaan media grafis diupayakan dengan pembuatan papan penyajian, bisa berupa papan planel, papan bulletin, papan tikar.
c.       Apabila pihak sekolah memiliki dana yang memadai sebaiknya disediakan ruang untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran, baik yang dibuat guru maupun hasil membeli dari toko sehingga media tersebut awet, tahan lama, dan terpelihara dengan baik. Ruangan tersebut bisa juga berfungsi sebgai pusat media atau pusat sumber belajar pada tingkat sekolah. Media pembelajaran tersebut digunakan apabila tujuan dan materi pelajaran menuntut menggunakan media pembelajaran tersebut.  
    
D.  Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar

1.      Mengatasi kebosanan dalam belajar
Belajar dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar akan meredakan kebosanan siswa. Mereka akan berhadapan dengan lingkungan dinamis yang berbeda dengan lingkungan kelas yang sempit dan terbatas.
2.      Memberikan suasana belajar yang unik bagi siswa
Variasi belajar antara dalam dan di luar kelas akan memberikan suasana yang unik dan mengasyikkan bagi siswa.Ini akan meningkatkan gairah dan motivasi belajar siswa untuk memperdalammateripelajaran.
3.      Kesempatan untuk menerapkan teori
Tidak banyak yang dapat dilakukan di ruang kelas yang sempit jika fasilitas dan sumber belajar tidak memadai selain mencatat berbagai teori-teori disiplin ilmu. Dengan memanfaatkan lingkungan, siswa dapat menguji teori yang diperolehnya dengan mempraktikkan langsung di lingkungannya secara nyata.

4.      Siswa dapat belajar mandiri
Belajar di luar kelas sesungguhnya memberi kesempatan kepada siswa  untuk mandiri. Mereka tidak akan banyak tergantung kepada guru untuk menggali ilmu pengetahuan di lingkungannya. Jika anak mandiri maka tugas guru tidak akan semakin berat.

5.Memperluas wawasan berfikir siswa
Memanfaatkan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar akan memperluas wawasan berfikir siswa tentang alam, sosial dan lingkungan sesungguhnya.

6.Meningkatkan prestasi belajar
Prestasi belajar siswa akan dapat ditingkatkan secara optimal bila memanfaatkan sumber belajar yang mendukung, termasuk lingkungan alam, sosial dan budaya.