TUGAS 6
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Hakikat Media Pembelajaran
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Hakikat,Fungsi, dan Peranan Media
Pembelajaran
1.
Hakikat
media pembelajaran
Kegiatan
belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana
guru dan siswa bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya
pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran merupakan suatu sistem atau
proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain,
dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subjek didik/pembelajar
dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Menurut
Gagne (1970) menyatakan bahwa media
adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya
untuk belajar.Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik
yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film,
kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya.
Berdasarkan
penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran merupakan
proses komunikasi. Sedangkan proses komunikasi terdiri dari guru, bahan
pembelajaran, media pembelajaran, siswa, dan tujuan pembelajaran.
2. Fungsi media pembelajaran
Levie
& Lentz, mengemukakan empat fungsi media pengajaran, khususnya media
visual, yaitu:
a. Fungsi
atensi, media visual meruapakan media inti, yaitu menarik dan mengarahkan
perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan
makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Dengan
demikian, kemungkinan untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin
besar.
b. Fungsi
afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika
belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat
menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah
sosial atau ras.
c. Fungsi
kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang
mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan
untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi
kompensatoris, media pengajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media
visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah
dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali.
Dengan kata lain, media pengajaran berfungsi
untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan
teks atau disajikan secara verbal.
B. Jenis dan karakteristik media
pembelajaran
1.
Jenis
media pembelajaran
Media
yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah
lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan
dari bahan serta cara pembuatannya. Semua ini akan dijelaskan pada pembahasan
berikut.
1) Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke
dalam.
a) Media
auditif, media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio,
cassette recorder, piringan hitam.
b) Media visual, media yang hanya mengandalkan
indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti
film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, dan
cetakan. Ada pula gambar visual yang menampilkan gambar atau simbol yang
bergerak seperti film bisu, dan film kartun.
c) Media
audiovisual, media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini
mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang
pertama dan kedua.
2) Dilihat dari daya
liputnya, media dibagi dalam:
a) Media
dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh
tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam
waktu yang sama. Contohnya: radio dan televisi.
b) Media
dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam
penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound
slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.
c) Media
untuk pengajaran individual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri,
termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui computer
3) Dilihat dari bahan
pembuatannya, media dibagi dalam:
a) Media
sederhana. Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara
pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
b) Media
kompleks. Media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit
diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya, dan penggunannya memerlukan
keterampilan yang memadai.
2.
Karakteristik
media pembelajaran
Karakteristik
Media Visual Karakteristik media visual meliputi:
1) Pesan
visual
Ada 5 jenis yang
termasuk pesan visual, yaitu:
a) Gambar
Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis yaitu, sketsa, lukisan
dan photo. Pertama, sketsa atau bisa disebut juga sebagai gambar garis (stick
figure). Kedua, lukisan merupakan hasil representasi simbolik dan artistik
seseorang tentang suatu objek atau situasi. Ketiga, photo yakni gambar hasil
pemotretan atau photografi.
b) Grafik
Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan
penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah
dimengerti.
c) Diagram
Sebuah diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada
gambar.
d) Bagan
Bagan hampir sama dengan diagram. Bedanya, bagan lebih menekankan kepad asuatu
perkembangan atau suatu proses atau susunan suatu organisasi Peta Peta adalah
gambar permukaan bumi atau sebagian daripadanya. Secara langsung atau tidak
langsung peta mengungkapkan sangat banyak informasi seperti lokasi suatu
daerah, luasnya, bentuknya, penyebaran penduduknya, daratan, perairan, iklim,
sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain.
C. Pemilihan penggunaan, perawatan,
media pembelajaran sederhana
1.
Pemilihan
media pembelajaran
Kegiatan pemilihan media
pembelajaran merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan proses
penggunaan media pembelajaran. Jika salah memilih media pembelajaran maka akan
berpengaruh pada keberhasilan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Memilih
media harus selalu dikaitkan dengan kompetensi atau tujuan pembelajaran yang
akan dicapai, sifat-sifat bahan ajar yang akan disampaikan, strategi
pembelajaran yang akan digunakan, dan sistem evaluasinya. Media pembelajaran
sangat banyak ragamnya dan setiap media memiliki kelemahan dan kelebihan, tidak
ada media pembelajaran yang paling baik yang dapat digunakan untuk segala
situasi dan kondisi.
Terdapat 3 hal yang perlu dijadikan
pertimbangan dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu
1)
Tujuan
pemilihan pembelajaran
Memilih media yang akan digunakan
harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Apakah digunakan
untuk kegiatan pembelajaran atau pemberian informasi yang sifatnya umum atau
sekedar hiburan saja ? jika digunakan untuk kegiatan pembelajaran, apakah untuk
pembelajaran yang sifatnya individual atau kelompok tujuan pemilihan sangat
berkaitan dengan kemampuan dalam menguasai berbagai jenis media pembelajaran
berserta karakteristiknya.
2)
Karakteristik
media pembelajaran
Setiap
media pembelajaran memiliki karakteristik tetentu, dilihat dari segi ke
andalanya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaanya. Pemahaman terhadap
karakterisitik berbagai media pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang perlu
dimiliki dalam kaitannya dengan pemilihan media pembelajaran ini. Selain itu,
kemampuan ini memberikan kemungkinan untuk menggunakan berbagai jenis media
pembelajaran secara variasi. Apabila kurang memahami karakteristik tersebut
maka akan dihadapkan pada kesulitan-kesulitan dan cenderung spekulatif.
3)
Alternatif
media pembelajaran yang dapat dipilih
Memilih media pada dasarnya
merupakan proses menganbil atau menentukan keputusan dari berbagai pilihan yang
ada. Supaya media pembelajaran yang dipilih itu tepat, selain harus
mempertimbangkan ketiga hal tersebut, perhatikan pula beberapa faktor berikut :
a.
Rencana
pembelajaran
b.
Sasaran
belajar
c.
Tingkat
keterbacaan media
d.
Situasi
dan kondisi
e.
Objektivitas
2.
Penggunaan
media pembelajaran
Media pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan
secara efektif dan efisien perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis.
Ada tiga langkah yang pokok yang dapat dilakukan yaitu persiapan,
pelaksanaan/penyajian, dan tindak lanjut.
1. Persiapan
Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang tenaga pengajar
yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran. Kegiatan-kegiatan
yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah persiapan diantaranya:
a)
membuat rencana pelaksanaan
pembelajaran/perkuliahan sebagaimana bila akan mengajar seperti biasanya. Dalam
rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media yang akan
digunakan.
b)
mempelajari buku petunjuk atau bahan
penyerta yang telah disediakan,
c)
menyiapkan dan mengatur peralatan yang akan
digunakan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terburu-buru dan mencari-cari
lagi serta peserta didik dapat melihat dan mendengar dengan baik.
2. Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga
Pengajar pada saat melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media
pembelajaran perlu mempertimbangkan seperti:
a)
Yakinkan bahwa semua media dan
peralatan telah lengkap dan siap untuk digunakan.
b)
Jelaskan tujuan yang akan dicapai,
c)
Jelaskan lebih dahulu apa yang harus
dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran,
d)
Hindari kejadian-kejadian yang
sekiranya dapat mengganggu perhatian/konsentrasi, dan ketenangan peserta
didik.
3. Tindak lanjut
Kegiatan
ini perlu dilakukan untuk memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi
yang dibahas dengan menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan
untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen,
observasi, latihan dan tes.
3.
Perawatan
media pembelajaran
Agar media pembelajaran yang telah dibuat dapat terpelihara
dengan baik dan digunakan berkali-kali dalam waktu relatif lama maka perlu
pemeliharan dan perawatan. Berikut cara praktif dalam memelihara dan merawat
media pembelajaran sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya banyak tanpa biaya
sedikitpun, antara lain :
a.
Media grafis, seperti bagan,
diagram, grafik, poster, dan kartun yang dibuat dengan ukuran besar, diberi
bingkai pada bagian atas dan bawah. Cara menyimpananya tidak digulung atau
dilipat supaya media tersebut tidak rusak.
b.
Dalam upaya pemeliharan dan
kepraktisan dalam penggunaan media grafis diupayakan dengan pembuatan papan
penyajian, bisa berupa papan planel, papan bulletin, papan tikar.
c.
Apabila pihak sekolah memiliki dana
yang memadai sebaiknya disediakan ruang untuk penyimpanan berbagai media
pembelajaran, baik yang dibuat guru maupun hasil membeli dari toko sehingga
media tersebut awet, tahan lama, dan terpelihara dengan baik. Ruangan tersebut
bisa juga berfungsi sebgai pusat media atau pusat sumber belajar pada tingkat
sekolah. Media pembelajaran tersebut digunakan apabila tujuan dan materi
pelajaran menuntut menggunakan media pembelajaran tersebut.
D. Pemanfaatan lingkungan sebagai
sumber belajar
1. Mengatasi kebosanan dalam belajar
Belajar
dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar akan meredakan kebosanan
siswa. Mereka akan berhadapan dengan lingkungan dinamis yang berbeda dengan
lingkungan kelas yang sempit dan terbatas.
2. Memberikan suasana belajar yang
unik bagi siswa
Variasi belajar antara dalam dan di luar kelas akan
memberikan suasana yang unik dan mengasyikkan bagi siswa.Ini akan meningkatkan
gairah dan motivasi belajar siswa untuk
memperdalammateripelajaran.
3. Kesempatan
untuk menerapkan teori
Tidak banyak yang dapat
dilakukan di ruang kelas yang sempit jika fasilitas dan sumber belajar tidak
memadai selain mencatat berbagai teori-teori disiplin ilmu. Dengan memanfaatkan
lingkungan, siswa dapat menguji teori yang diperolehnya dengan mempraktikkan
langsung di lingkungannya secara nyata.
4. Siswa dapat belajar mandiri
Belajar di luar kelas
sesungguhnya memberi kesempatan kepada siswa untuk mandiri. Mereka
tidak akan banyak tergantung kepada guru untuk menggali ilmu pengetahuan di
lingkungannya. Jika anak mandiri maka tugas guru tidak akan semakin berat.
5.Memperluas wawasan berfikir siswa
Memanfaatkan lingkungan
sekitarnya sebagai sumber belajar akan memperluas wawasan berfikir siswa
tentang alam, sosial dan lingkungan sesungguhnya.
6.Meningkatkan prestasi belajar
Prestasi
belajar siswa akan dapat ditingkatkan secara optimal bila memanfaatkan sumber
belajar yang mendukung, termasuk lingkungan alam, sosial dan budaya.