TUGAS 2
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Model- Model Belajar dan Rumpun Model Belajar
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Pengertian model pembelajaran
langsung
Menurut
Sofan Amri,(2010:39) Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) merupakan
salah satu model pengajaran yang dirancang khusus untuk mengembangkan belajar
siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang
terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
Model
pembelajaran langsung merupakan salah satu dari macam-macam model pembelajaran.
Model pembelajaran langsung mempunyai Ciri-ciri sebagai berikut:
1) Adanya
tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian
belajar.
2) Sintaks atau pola keseluruhan dan alur
kegiatan pembelajaran.
3) Sistem
pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan
pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil. (dalam Kardi &Nur,
2000:3)
Arends
dalam Sugiarto (2008:49), Mengatakan: ”Model pembelajaran langsung dikembangkan
secara khusus untuk meningkatkan proses pembelajaran para siswa terutama dalam
hal memahami sesuatu (pengetahuan) dan menjelaskannya secara utuh sesuai
pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang diajarkan secara
bertahap”.
B. Tujuan pembelajaran langsung
Tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi
pelajaran itu sendiri. Artinya, setelah proses pembelajaran berakhir siswa
diharapkan dapat memahaminya dengan benar dengan cara dapat mengungkapkan
kembali materi yang telah diuraikan.
Sebagian besar tugas guru ialah membantu
siswa memperoleh pengetahuan prosedural, yaitu pengetahuan tentang bagaimana
melakukan sesuatu, misalnya bagaimana cara menggunakan mikroskop, dan bagaimana
melakukan suatu eksperimen. Guru juga membantu siswa untuk memahami pengetahuan
deklaratif, yaitu pengetahuan tentang sesuatu (dapat diungkapkan dengan
kata-kata), misalnya tentang konsep atom, elektron, proton, dan sebagainya.
Model DI dirancang secara khusus untuk mengembangkan
belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang
terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah.
Menghafal hukum atau rumus tertentu dalam bidang IPA merupakan contoh
pengetahuan deklaratif sederhana (informasi faktual). Sedangkan, bagaimana cara
mengoperasikan alat-alat ukur, mikroskop, dan sebagainya merupakan contoh
pengetahuan prosedural.
Dalam banyak hal, penguasaan terhadap pengetahuan
dasar prosedural dan deklaratif terdiri atas kegiatan khusus dan kegiatan
berurutan. Misalnya, agar siswa terampil menggunakan alat destilasi untuk
memisahkan campuran cair dengan cair (yang berbeda titik didihnya), memerlukan
pengetahuan deklaratif tentang nama-nama bagian alat destilasi dan juga
pengetahuan prosedural seperti bagaimana merangkai alat-alat destilasi,
memanaskan cairan, dan seterusnya.
C. Tahapan model pembelajaran langsung
Menurut Sofan Amri dan Iif Khoiru (2010,
43-47) Model pembelajaran langsung memiliki lima fase yang sangat penting.
Kelima fase dalam pengajaran langsung dapat dijelaskan secara detail seperti
berikut:
1. Menyampaikan
tujuan dan mempersiapkan siswa
a) Menjelaskan
tujuan
Para siswa perlu mengetahui dengan jelas
mengapa mereka berpartisipasi dalam suatu pelajaran tertentu, dan mereka perlu
mengetahui apa yang harus dapat mereka lakukan setelah selesai berperan serta
dalam pelajaran itu. Guru mengkomunikasikan tujuan tersebut kepada
siswa-siswanya 16 melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara
menuliskannya di papan tulis, atau menempelka informasi tertulis pada papan
bulletin, yang berisi tahap-tahap dan isinya, serta alokasi waktu yang
disediakan untuk setiap tahap. Dengan demikian siswa dapat melihat keseluruhan
alur tahap pelajaran dan hubungan antar tahap – tahap pelajaran itu.
b) Menyiapkan
siswa
Kegiatan ini bertujuan
untuk menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok
pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah
dimilikinya, yang relevan dengan pokok pembicaraan yang akan dipelajari.
2. Mendemonstrasikan
pengetahuan atau keterampilan
a) Menyampaikan
informasi dengan jelas
Kejelasan informasi atau presentasi yang
diberikan guru kepada siswa dapat dicapai melalui perencanaan dan
pengorganisasian pembelajaran yang baik. Dalam melakukan 17 presentasi guru,
harus menganalisis keterampilan yang kompleks menjadi keterampilan yang lebih
sederhana dan dipresentasikan dalam langkah-langkah kecil selangkah demi
selangkah.
b) Melakukan
demonstrasi
Pengajaran langsung
berpegang teguh pada asumsi bahwa sebagian besar yang dipelajari berasal dari
pengamatan terhadap orang lain. Mendemonstrasikan suatu keterampilan atau
konsep dengan agar berhasil, guru perlu sepenuhnya menguasai konsep atau
keterampilan yang akan didemonstrasikan, dan berlatih melakukan demonstrasi
untuk menguasai komponen-komponennya.
3. Menyediakan
latihan terbimbing
Salah satu tahap
penting dalam pengajaran langsung adalah cara guru mempersiapkan dan
melaksanakan “pelatihan terbimbing”. Keterlibatan siswa secara aktif dalam
pelatihan dapat meningkatkan retensi, membuat belajar berlangsung dengan
lancar, dan memungkinkan siswa menerapkan konsep/ keterampilan pada situasi
yang baru.
4. Menganalisis pemahaman dan memberikan umpan
balik
Pada pengajaran langsung, fase ini mirip
dengan apa yang kadang-kadang disebut resitasi atau umpan balik. Guru dapat 18
menggunakan berbagai cara untuk memberikan umpan balik kepada siswa.
5. Memberikan
kesempatan latihan mandiri
Kebanyakan latihan mandiri yang diberikan
kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pada pengajaran langsung adalah
pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah atau berlatih secara mandiri, merupakan
kesempatan bagi siswa untuk menerapkan keterampilan baru yang diperolehnya
secara mandiri.
D. Pengertian
model pembelajaran berbasis masalah
Menurut
Sugianto (2009:151) model pembelajaran berbasis masalah dirancang untuk
membantu mencapai tujuan-tujuan seperti meningkatkan keterampilan intelektual
dan investigative, memahami peran orang dewasa, dan membantu siswa untuk
menjadi pelajar yang mandiri.
Menurut
Komalasari (2013:58-59) pembelajaran berbasis masalah adalah: Model
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi
siswa utuk belajar tentang berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah,
serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari mata pelajaran.
Dalam hal ini siswa terlibat dalam penyelidikan untuk pemecahan masalah yang
mengintegrasikan keterampilan dan konsep dari berbagai isi materi pelajaran.
Beberapa
definisi menurut para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa model
pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu strategi pembelajaran yang
digunakan oleh guru dalam proses kegiatan pembelajaran dengan menggunakan
masalah sebagai langkah untuk mengumpulkan pengetahuan, sehingga dapat
merangsang siswa untuk berfikir kritis dan belajar secara individu maupun
kelompok kecil sampai menemukan solusi dari masalah tersebut. Peran guru pada
model pembelajaran masalah yaitu sebagai fasilitator dan membuktikan asumsi
juga mendengarkan perspektif yang ada pada siswa sehingga yang berperan aktif
di dalam kelas pada saat pembelajaran adalah siswa.
E. Langkah-langkah model pembelajaran
berbasis masalah
Arends
(dalam Hariyanto dan Warsono, 2012, h. 401) mengemukakan sintaks pembelajaran
berbasis masalah yaitu:
1) Orientasi
siswa pada masalah Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik
(bahan dan alat) apa yang diperlukan bagi penyelesaian masalah serta memberikan
motivasi kepada siswa agar menaruh perhatian terhadap aktivitas penyelesaian
masalah.
2) Mengorganisasi
siswa. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan pembelajaran
agar relevan dengan penyelesaian masalah.
3) Membimbing
penyelidikan indvidu maupun kelompok Guru mendorong siswa untuk mencari
informasi yang sesuai, melakukan eksperimen, dan mencari penjelasan dan
pemecahan masalah.
4) Mengembangkan dan menyajikan hasil. Guru
membantu siswa dalam perencanaan dan perwujudan hasil yang sesuai dengan tugas
yang diberikan.
5) Menganalisis
dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah. Guru membantu siswa untuk
melakukan refleksi terhadap hasil penyelidikannya serta proses-proses
pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Kesimpulan
yang diambil dari pendapat Arends mengenai langkah-langkah pembelajaran
berbasis masalah menurut penulis yaitu pada langkah awal pembelajaran siswa
harus mampu merumuskan masalah yang akan dipecahkan dan dipelajari, dan guru
bertugas untuk membimbing siswa, selanjutnya siswa harus mampu menganalisis
masalah dari berbagai sudut pandang, setelah itu siswa menentukan sebab akibat
yang akan dipecahkan atau diselesaikan, untuk memecahkan masalah yang ada siswa
harus mengumpulakan informasi atau data dari berbagai sumber yang relevan,
kemudian siswa berhipotesis untuk mengahasilkan data yang dibutuhkan dan
menarik kesimpulan.
Materinya sangat membantu dalam membuat tugas
BalasHapusterimaksih,semoga bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas artikelnya kak,sangat bermanfaat sekali
BalasHapussama-sama, senang bisa membantu kak
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih sudah di share
Terimakasih, semoga bermanfaat
HapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusTerimaksih, semoga bermanfaat
HapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusterimakasih, senang bisa membantu
Hapusterimakasih, senang bisam membantu
HapusTrimakasih atas share artikelnya
BalasHapusterimakasih, senang bisa membantu
Hapusterimakasih, senang bisa membantu
HapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusArtikelnya sangat bagus
BalasHapusUntuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 9 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusPOKER, DOMINO, CEME, CEME KELILING, CAPSA, SUPER10, OMAHA ,BLACKJACK,SUPERBULL TERPERCAYA DI INDONESIA
dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
- Bonus Cashback 0.3%. Dibagikan Setiap hari SENIN
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus referral 20% SELAMANYA
- Minimal Deposit dan Withdraw hanya 10 rb Proses Aman & cepat
- 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT )
Kini Hadir Deposit via Pulsa ( Online 24 Jam )
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||