TUGAS 5
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
PEMILIHAN METODE MENGAJAR
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Hakikat faktor-faktor dalam
pemilihan metode mengajar
Faktor-faktor
yang Perlu Diperhatikan dalam Pemilihan Metode Mengajar
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Tujuan
pembelajaran atau kompetensi siswa
Tujuan institusional adalah tujuan yang
ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan bidang studi adalah tujuan
yang harus dicapai oleh suatu mata pelajaran atau suatu bidang studi. Tujuan
pembelajaran (instruksional) adalah tujuan yang harus dicapai dalam suatu pokok
bahasan tertentu.
Tujuan pembelajaran khusus dapat
dikatakan sebagai enabling objectives artinya tujuan pembelajaran
harus dicapai selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan tujuan
pembelajaran umum dapat dikatakan sebagai target objectives yang artinya
tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai setelah pembelajaran selesai (Gagne,
1978 : 97).
Tujuan pembelajaran berdasarkan ranah
kognitif, afektif dan psikomotor.
1) Kognitif
(a) Pengetahuan,
lebih menitikberatkan pada kemampuan mengetahui, atau untuk mengingat sesuatu
(b) Pemahaman,
lebih menekankan pada kemampuan menerjemahkan, memahami sesuatu dan seterusnya
(c) Penerapan,
lebih menekankan pada kemampuan membuat, mengerjakan atau menggunakan teori
atau rumus
(d) Analisis,
lebih menekankan pada kemampuan mengkaji, menguraikan, membedakan,
mengidentifikasi dan seterusnya
(e) Sintesis,
lebih menekankan pada kemampuan menggabungkan, mengelompokkan, menyusun,
membuat rencana program dan seterusnya.
2) Afektif
(a) Penerimaan,
lebih menekankan pada kemampuan peka, atau menerima
(b) Partisipasi,
lebih menekankan pada turut serta pada suatu kegiatan dan kerelaan hati
(c) Penilaian
dan penentuan sikap, lebih menekankan pada menentukan sikap
(d) Psikomotor
(a) Persepsi,
lebih menekankan pada kemampuan berpendapat terhadap sesuatu dan peka terhadap
sesuatu hal
(b) Kesiapan,
kemampuan bersiap diri secara fisik
(c) Gerakan
terbimbing, kemampuan dalam meniru pekerjaan orang lain
(d) Gerakan
terbiasa, keterampilan yang berpegang pada pola
(e) Gerak
yang kompleks, keterampilan yang lincah, cepat dan lancar
2. Karakteristik
Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran
Beberapa aspek yang terdapat dalam
materi pelajaran, yaitu :
(1) Aspek
konsep, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pengertian,
atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan tertentu
(2) Aspek
fakta, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa yang
lalu, data yang memiliki esensi objek dan waktu
(3) Aspek
prinsip, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan,
dalil, hukum, ketentuan dan prosedur yang harus ditempuh
(4) Aspek
nilai, merupakan substansi materi pelajran yang berhubungan dengan spek
perilaku yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang bremanfaat dan yang
tidak
(5) Aspek
keterampilan intelektual, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan
dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan persoalan atau permasalahan,
berpikir sistematis, berpikir logis, berpikir taktis, berpikir kritis, berpikir
inovatif, dan berpikir ilmiah
(6) Aspek
keterampilan psikomotor, merupakan substansi materi pelajaran yang berhubungan
dengan pembentukan kemampuan fisik.
3. Waktu
yang digunakan
Pemilihan metode mengajar juga harus
memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran.
4. Faktor
siswa
Aspek yang berkaitan dengan faktor siswa
terutama pada aspek kesegaran mental, jumlah siswa dan kemampuan siswa. Guru
harus bisa mengelola pembelajaran berdasarkan jumlah siswa dan harus mengatur
tempat duduk supaya sesuai dengan kondisi siswa dalam belajar.
5. Fasilitas,
media, dan sumber belajar
Apabila guru dan siswa akan menggunakan
alat atau fasilitas maka guru bersangkutan sebelum pembelajaran harus
mempersiapkan terlebih dahulu. media pesan lisan harus dapat dipahami siswa
sehingga siswa tidak menimbulkan verbalisme.
B. Jenis-jenis metode mengajar
Metode
mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam membelajarkan siswa agar
terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. Setiap
metode mengajar memiliki keunggulan dan kekurangan sehingga hal tersebut dapat
dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih metode tersebut. Kelemahan-kelemahan
suat metode harus diantisipasi dan dikaji oleh guru agar dalam penggunaannya
dapat efektif.
1. Metode
Ceramah (Lecture)
Metode
ceramah merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan ajaran
secara lisan dari guru. Ceramah yang baik adalah ceramah bervariasi artinya
ceramah yang dilengkapi dengan penggunaan alat dan media serta adanya tambahan
dialog interaktif atau diskusi sehingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan.
a. Karakteristik
Metode Ceramah
Metode
ceramah digunakan apabila proses pembelajaran yang dilakukan lebih bersifat
pemberian informasi berupa fakta-fakta atau konsep-konsep sederhana. Dalam
prosesnya perlu adanya dukungan kondisi yang efeketif dari guru seperti suasana
emosional yang dapat membangkitkan motivasi dan perhatian dari siswa selama
mendengarkan ceramah guru.
b. Prosedur
Metode Ceramah
Dijelaskan pada modul prosedur
pembelajaran.
c. Prasyarat
Untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Ceramah
Beberapa
kemampuan yang harus diperhatikan guru untuk mendukung keberhasilan metode
ceramah, yaitu :
(1) Menguasai
teknik-teknik ceramah yang memungkinkan dapat membangkitkan minat, dan motivasi
siswa
(2) Mempu
memberikan ilustrasi yang sesuai dengan bahan pelajaran
(3) Menguasai
materi pelajaran
(4) Menjelaskan
pokok-pokok bahan pelajaran secara sistemik
(5) Menguasai
aktivitas seluruh siswa dalam kelas
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode ceramah, yaitu :
(1) Siswa
mampu mendengarkan dan mencatat bahan pelajaran yang dijelaskan guru
(2) Kemampuan
awal yang dimiliki siswa berhubungan dengan materi yang akan dipelajari
(3) Memiliki
suasana emosional yang mendukung untuk memperhatikan dan memiliki motivasi mengikuti
pelajaran
d. Keunggulan
Metode Ceramah
(1) Ekonomis
waktu dan biaya. Karena waktu dan materi pelajaran dapat diatur oleh guru
secara langsung
(2) Target
jumlah siswa akan lebih banyak
(3) Bahan
pelajaran sudah dipilih/dipersiapkan
(4) Apabila
bahan pelajaran belum dikuasai oleh sebagian siswa maka guru akan merasa mudah
untuk menugaskan dan memberikan rambu-rambu pada siswa yang
bersangkutan
e. Kelemahan
Metode Ceramah
(1) Sulit
bagi yang kurang memiliki kemampuan menyimak dan mencatat yang baik
(2) Kemungkinan
menimbulkan verbalisme
(3) Sangat
kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi
(4) Peran
guru lebih banyak sebagai sumber pelajaran
(5) Materi
pelajaran lebih cenderung pada aspek ingatan
(6) Proses
pembelajaran ada dalam otoritas guru
2. Metode
Diskusi
Metode
mengajar diskusi merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan penyajian
materinya melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselesaikan
berdasarkan pendapat atau keputusan secara bersama.
a. Karakteristik
Metode Diskusi
Penggunaan
metode diskusi, bahan pelajaran harus dikemukakan dengan topik permasalahan
atau persoalan yang akan menstimulus siswa menyelesaikan permasalahan/persoalan
tersebut.
Tugas
utama guru dalam kegiatan ini sebagai pembimbing, fasilitator atau motivator
supaya interaksi dan aktivitas siswa dalam diskusi menjadi efektif.
b. Prosedur
Metode Diskusi
Dijelaskan
pada modul prosedur pembelajaran.
c. Prasyarat
Untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Diskusi
Kemampuan
guru yang perlu dipersiapkan, yaitu :
(1) Mampu
merumuskan permasalahan sesuai pembelajaran diskusi
(2) Mampu
membimbing siswa untuk merumuskan dan mengidentifikasi permasalahan serta
menarik kesimpulan
(3) Mampu
mengelompokkan siswa sesuai dengan kebutuhan permasalahan dan pengembangan
kemampuan siswa
(4) Mampu
mengelola pembelajaran melalui diskusi
(5) Menguasai
permasalahan yang di diskusikan
Kondisi
dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan, adalah :
(1) Memiliki
motivasi, perhatian dan minat dalam berdiskusi
(2) Mampu
melaksanakan diskusi
(3) Mampu
menerapkan belajar secara bersama
(4) Mampu
mengeluarkan isi pikiran
(5) Mampu
memahami dan menghargai pendapat orang lain
d. Keunggulan
Metode Diskusi
(1) Bertukar
pikiran
(2) Menghayati
permasalahn
(3) Merangsang
siswa untuk berpendapat
(4) Mengembangkan
rasa tanggung jawab
(5) Membina
kemampuan berbicara
(6) Belajar
memahami pendapat atau pikiran orang lian
(7) Memberikan
kesempatan belajar
e. Kelemahan
Metode Diskusi
(1) Relative
memerlukan waktu yang cukup banyak
(2) Apabila
siswa tidak memahami konsep dasar permasalahan maka diskusi tidak akan efektif
(3) Materi
pelajaran dapat menjadi lebih luas
(4) Yang
aktif hanya siswa tertentu saja
3. Metode
Simulasi (Simulation)
Proses
pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung objeknya bukan benda atau
kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura.
Jenis
model simulasi diantaranya yaitu, bermain peran (role playing), dalam prosesnya
pembelajaran metode ini mengutamakan pola permainan dalam bentuk dramatisasi.
Sosiodrama,
dalam pembelajaran yang dilakukan oleh kelompok untuk melakukan aktivitas
belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah individu sebagai
makhluk sosial
Permainan
simulasi (simulation games), dalam pembelajarannya siswa bermain peran sesuai
dengan peran yang ditugaskan sebagai belajar membuat suatu keputusan.
a. Karakteristik
metode simulasi
Pembinaan
kemampuan bekerja sama, komunikasi, dan interaksi merupakan bagian dari
keterampilan yang akan dihasilkan melalui pembelajaran simulasi.
Langsung
maupun tidak langsung melalui simulasi kemampuan siswa yang berkaitan dengan
bermain peran dapat dikembangkan.
b. Prosedur
metode simulasi
(1) Menetapkan
topik simulasi yang diarahkan guru
(2) Menetapkan
kelompok dan topik-topik yang akan dibahas
(3) Simulasi
diawali dengan petunjuk dari guru tentang prosedur, teknik dan peran yang
dimainkan
(4) Proses
pengamatan terhadap proses, peran, teknik dan prosedur dapat dilakukan dengan
diskusi
(5) Kesimpulan
dan saran dari kegiatan simulasi
c. Prasyarat
untuk mengoptimalkan pembelajaran simulasi
Kemampuan
guru yang harus diperhatikan, yaitu :
(1) Mampu
membimbing siswa dalam mengarahkan teknik, prosedur dan peran yang akan
dilakukan dalam simulasi
(2) Mampu
memberikan ilustrasi
(3) Mampu
menguasai pesan yang dimaksud dalam bahasa simulasi
(4) Mampu
mengamati secara proses simulasi yang dilakukan oleh siswa
Kondisi
dan kemampuan siswa yang perlu diperhatikan, yaitu :
(1) Kondisi,
minat, perhatian, dan motivasi siswa dalam bersimulasi
(2) Pemahaman
terhadap pesan yang akan menstimulasikan
(3) Kemampuan
dasar berkomunikasi dan berperan
d. Keunggulan
metode simulasi
(1) Siswa
dapat melakukan interaksi sosial dan komunikasi dalam kelompoknya
(2) Aktivitas
siswa cukup tinggi dalam pembelajaran sehingga terlibat langsung dalam
pembelajaran
(3) Dapat
membiasakan siswa untuk memahami permasalahan sosial
(4) Dapat
membina hubungan personal yang positif
(5) Dapat
membangkitkan imajinasi
(6) Membina
hubungan komunikatif dan bekerja sama dalam kelompok
e. Kelemahan
metode simulasi
(1) Relatif
memerlukan waktu yang cukup banyak
(2) Sangat
bergantung pada aktivitas siswa
(3) Cenderung
memerlukan pemanfaatan sumber belajar
(4) Banyak
siswa yang kurang menyenangi simulasi
4. Metode
Demonstrasi
Metode
demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan
mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga
dapat mempelajarinya secara proses. Demonstrasi digunakan semata-mata untuk :
(1) mengkonkretkan suatu konsep atau prosedur yang abstrak; (2) mengajarkan
bagaimana berbuat atau menggunakan prosedur secara tepat; (3) meyakinkan bahwa
alat dan prosedur tersebut bisa digunakan; (4) membangkitkan minat menggunakan
alat dan prosedur.
a. Karakteristik
Dalam
pelaksanaan metode mengajar demonstrasi, selain guru yang akan menjadi model
juga dapat mendatangkan nara sumber yang akan mendemonstrasikan objek materi
pelajaran, dengan syarat harus menguasai bahan materi yang di demonstrasikan,
serta mengutamakan aktivitas siswa untuk melakukan demonstrasi tersebut.
b. Prosedur
(1) Mempersiapkan
alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran
(2) Memberikan
penjelasan tentang topik yang akan di demonstrasikan
(3) Pelaksanaan
demonstrasi bersamaan dengan perhatian dan peniruan dari siswa
(4) Penguatan
(diskusi, tanya jawab, dan atau latihan) terhadap hasil demonstrasi
(5) Kesimpulan
c. Prasyarat
untuk mengoptimalkan pembelajaran demonstrasi
Kemampuan
guru yang perlu diperhatikan :
(1) Mampu
secara proses dalam melaksanakan demonstrasi materi atau topik yang dipraktikan
(2) Mampu
mengelola kelas dan menguasai siswa secara menyeluruh
(3) Mampu
menggunakan alat bantu yang digunakan
(4) Mempu
melaksanakan penilaian proses
Kondisi
dan kemampuan siswa yang perlu diperhatikan :
(1) Siswa
memiliki motivasi, perhatian, dan minat terhadap topik yang akan di
demonstrasikan
(2) Memahami
tentang tujuan/maksud yang akan di demonstrasikan
(3) Mampu
mengamati proses yang di demonstrasikan
(4) Mampu
mengidentifikasi kondisi dan alat yang digunakan dalam demonstrasi
d. Keunggulan
(1) Siswa-siswa
dapat memahami bahan pelajaran sesuai dengan objek yang sebenarnya
(2) Dapat
mengembangkan rasa ingin tahu siswa
(3) Dapat
melakukan pekerjaan berdasarkan proses yang sistematis
(4) Dapat
mengetahui hubungan yang structural atau urutan objek
(5) Dapat
melakukan perbandingan dari beberapa objek
e. Kelemahan
(1) Hanya
dapat menimbulkan cara berpikir yang konkret saja
(2) Jika
jumlah siswa banyak dan posisi siswa tidak diatur maka demonstrasi tidak
efektif
(3) Bergantung
pada alat bantu yang sebenarnya
(4) Sering
terjadi siswa kurang berani dalam mencoba atau melakukan praktik yang di
demonstrasikan
5. Metode
Eksperimen
Eksperimen
dimaksudkan bahwa guru dan siswa mencoba mengerjakan sesuatu serta mengamati
proses dan hasil pekerjaannya.Setelah eksperimen selesai, siswa ditugaskan
untuk membandingkan dengan hasil eksperimen yang lain, dan mendiskusikan bila
ada perbedaan dan kekeliruan (Winarno:1980:90).
Setiap
kegiatan eksperimen harus dilakukan secara sistemik dan sistematis, yaitu harus
dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan kajian hasil. Lebih
mendalamnya siswa harus membuat laporan, kemudian disajikan di depan
teman-teman yang lain.
a. Karateristik
Esensi
pembelajaran ini adalah mencobakan sesuatu objek. Untuk mendukung keberhasilan
pembelajaran eksperimen segala sesuatunya perlu dipersiapkan dan dikondisikan
secara maksimal.mulai dari awal pembelajaran siswa sudah memahami topic
eksperimen secara jelas. Demikian pula diakhir kegiatan eksperimen siswa memperoleh
kemampuan sikap serta menunjukkan hasil temuan-temuan.
b. Prosedur
(1) Mempersiapkan
alat bantu (alat eksperimen)
(2) Petunjuk
dan informasi tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam eksperimen
(3) Pelaksanaan
eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/pedoman eksperimen yang disusun
secara sistematis sehingga siswa dalam pelaksanaannya tidak banyak mendapat
kesulitan dan membuat laporan
(4) Penguatan
perolehan teman-teman eksperimen dilakukan dengan diskusi, tanya jawab dan/atau
tugas
(5) Kesimpulan
c. Prasyarat
untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Eksperimen
Kemampuan
guru yang harus diperhatikan agar eksperimen berhasil dengan baik :
(1) Mampu
membimbing siswa dari merumuskan hipotesis sampai pada pembuktian dan kesimpulan
serta membuat laporan eksperimen
(2) Menguasai
konsep yang dieksperimenkan
(3) Mampu
mengelola kelas
(4) Mampu
menciptakan kondisi pembelajaran eksperimen secara efektif
(5) Mampu
memberikan penilaian secara proses
Kondisi
dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang eksperimen :
(1) Memiliki
motivasi, perhatian dan minat belajar melalui eksperimen
(2) Memiliki
kemampuan melaksanakan eksperimen
(3) Memiliki
sikap yang tekun, teliti dan kerja keras
(4) Mampu
menulis, membaca, dan menyimak dengan baik
d. Keunggulan
(1) Membangkitkan
rasa ingin tahu siswa
(2) Membangkitkan
sikap ilmiah siswa
(3) Membuat
pembelajaran bersifat aktual
(4) Membina
kebiasaan belajar kelompok maupun individu
e. Kelemahan
(1) Memerlukan
alat dan biaya
(2) Memerlukan
waktu relatif lama
(3) Sangat
sedikit sekolah yang memiliki fasilitas eksperimen
(4) Guru
dan siswa banyak yang belum terbiasa melakukan eksperimen
6. Metode
Karya Wisata
Pembelajaran
karya wisata (field trip) artinya aktifitas belajar siswa dibawa
keluar kelas. Karya wisata lebih menitikberatkan pada perjalanan yang relatif
jauh dari kelas/sekolah untuk mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan
topik bahasan yang bersifat umum.
Selain
untuk peningkatan kemampuan juga lebih bersifat untuk peningkatan aspek-aspek
psikologis siswa.
a. Karakteristik
Menemukan
sumber bahan pelajaran sesuai dengan perkembangan masyarakat, dilaksanakan
diluar kelas/sekolah, memiliki perencanaan, aktifitas siswa lebih muncul
daripada guru, aspek pembelajaran merupakan salah satu implementasi dari
pembelajara berbasis kontekstual.
b. Prosedur
(1) Menetapkan
tujuan dan kompetensi yang akan dicapai siswa
(2) Mempelajari
topik karya wisata
(3) Merumuskan
kegiatan yang akan ditempuh
(4) Melaksanakan
kegiatan
(5) Menilai
kegiatan
(6) Melaporkan
hasil kegiatan
c. Prasyarat
Untuk Mengoptimalkan Metode Karya Wisata
Kemampuan
guru yang harus diperhatikan :
(1) Mampu
mengidentifikasi objek karya wisata yang sesuai dengan tujuan pembelajaran
(2) Mampu
membuat perencanaan dan panduan siswa dalam melaksanakan karya wisata
(3) Mampu
mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam karya wisata
(4) Mampu
mengontrol, memfasilitasi dan membimbing aktifitas siswa selama melakukan
kegiatan
(5) Mampu
menilai kegiatan karya wisata
Kondisi
dan kemampuan siswa yang perlu diperhatikan :
(1) Mampu
memahami petunjuk pelaksanaan karya wisata
(2) Mampu
menyusun laporan hasil karya wisata
(3) Mampu
belajar secara mandiri maupun kelompok
(4) Mampu
menggunakan bahan atau alat yang diperlukan dalam kegiatan karya wisata
d. Keunggulan
(1) Memberikan
kesempatan pada siswa untuk memperoleh pengalaman nyata, praktis dan konkret
(2) Dapat
menumbuhkan rasa senang, minat dan motivasi terhadap objek tertentu
(3) Memberikan
masukan terhadap program sekolah
(4) Mendekatakan
siswa dengan lingkungan
e. Kelemahan
(1) Memerlukan
alokasi waktu yang cukup banyak
(2) Memerlukan
pengawasan dan bimbingan ekstra ketat terhadap aktifitas siswa
(3) Akan
banyak menggunakan biaya
(4) Jika
tidak dikontrol maka siswa selal terlena dengan bermainnya daripada belajarnya
7. Metode
Pemecahan Masalah
Metode
pemecahan masalah digunakan dalam implementasi pembelajaran terpadu maupun
kontekstual karena pembelajaran ini dikembangkan secara integritas antara
kemampuan siswa dengan topik bahasan maupun lingkungan.
Metode
ini cenderung menggunakan pendekatan kontruktivisme artinya pengetahuan,
keterampilan dan sikap akan dikembangkan dan dibangun oleh siswa dibawah
bimbingan guru.
a. Karakteristik
Metode
pemecahan masalah merupakan suatu metode ilmiah yang digunakan dalam proses
pembelajaran. Metode ini sesuai jika digunakan pada siswa sekolah dasar di
kelas tinggi. Cenderung pendekatan induktif yang digunakan dalam proses
pembelajaran pemecahan masalah, siswa belajar mulai dari hal-hal yang khusus
sampai pada konsep umum.
b. Prosedur
(1) Merumuskan
dan membatasi masalah
(2) Merumuskan
dugaan dan pernyataan
(3) Mengumpulkan
data atau mengolah data
(4) Membuktikan
atau menjawab pertanyaan
(5) Merumuskan
kesimpulan
c. Prasyarat
untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Pemecahan Masalah
Kemampuan
guru yang harus diperhatikan :
(1 Mampu
membimbing siswa dari merumuskan hipotesis sampai pada pembuktian dan
kesimpulan serta membuat laporan pemecahan masalah
(2) Menguasai
konsep yang di problem-solvingkan
(3) Mampu
mengelola kelas
(4) Mampu
menciptakan kondisi pembelajaran pemecahan masalah secara efektif
(5) Mampu
memberikan penilaian secara proses
Kondisi
dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan :
(1) Memiliki
motivasi, perhatian dan minat belajar melalui pemecahan masalah
(2) Memiliki
kemampuan melaksanakan pemecahan masalah
(3) Memiliki
sikap yang tekun, teliti dan kerja keras
(4) Mampu
menulis, membaca dan menyimak dengan baik
d. Keunggulan
(1) Mengembangkan
kemampuan berpikir ilmiah
(2) Mengembangkan
kemampuan berpikir kritis
(3) Mempelajari
bahan pelajaran yang aktual dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat
(4) Jika
dilaksanakan secara kelompok dapat mengembangkan kemampuan sosial siswa
(5) Mengoptimalkan
kemampuan siswa
e. Kelemahan
(1) Waktu
yang digunakan relatif lama
(2) Bahan
pelajaran tidak bersifat logis dan sistematis
(3) Memerlukan
bimbingan dari guru
C. Hubungan pengalaman belajar dengan
metode mengajar
Pengalaman belajar (learning
experience) merupakan suatu proses kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar –
mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik, dan
social yang mendasar sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggi dalam diri
siswa (Depdikbud 1990:9).
Pengalaman yang diperoleh siswa dalam
pembelajaran dapat berupa pengalaman intelektual, emosional, social,
fisik-motorik. Perkembangan itu dicapai melalui serentetan pengalaman, yaitu
pengalaman mengindera, seperti melihat dan mendengar. Pengalaman berpikir,
seperti mengingat dan menyelesaikan persoalan. Pengalaman sosial, seperti
berkomunikasi dan bekerja sama. Pengalaman emosional, seperti dihargai dan
dikagumi.
Dalam metode ceramah, pengalaman menyimak merupakan
pengalaman yang cenderung banyak diperoleh siswa. Disini akan terjadi proses
mental yaitu mengerti dan tidak mengerti, diterima dan tidak diterima.
Pembelajaran melalui diskusi yang dilaksanakan
secara efektif akan banyak berdampak terhadap pengalaman siswa. Pengalaman yang
diperoleh diantaranya yaitu bekerja sama, menjadi pemimpin/anggota kelompok,
mengeluarkan ide atau pendapat, berkomunikasi dalam kelompok dan pengalaman
menyimpulkan hasil penyelesaian masalah.
Dalam pembelajaran simulasi secara langsung maupun
tidak langsung akan berdampak terhadap pengalaman belajar siswa, diantaranya
dalam berinteraksi, berkomunikasi dalam kelompok, bekerja sama dan menilai
proses kegiatan simulasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam metode demonstrasi
adalah posisi siswa seluruhnya harus dapat memperhatikan terhadap objek yang
akan didemonstrasikan. Pengalaman yang diperoleh yaitu memperhatikan prosedur
yang sistematis, mempraktikan keterampilan secara proses, menggunakan alat atau
bahan yang sebenarnya.
Dalam pembelajaran eksperimen, pengalaman yang
diperoleh hamper sama dengan pembelajaran demonstrasi, tetapi dalam eksperimen
juga akan diperoleh pengalaman membanding-bandingkan dengan hasil eksperimen
yang lain, mendiskusikan apabila ada perbedaan dan kekeliruan, menemukan suatu
konsep dan membuktikan secara proses.
Pengalaman yang diperoleh dari pembelajaran
karya wisata yaitu bersosialisasi, bekerja sama, berinteraksi, mengamati dan
menilai objek. Pengembangan kemampuan dengan pengalaman memecahkan masalah,
mengambil keputusan dan menerapkan ide-ide.
Artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih sudah di share
sama2 kak
HapusArikelnya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusterimakasih, semoga bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sngat bermanfaat skali..
BalasHapusterimakasih kak
HapusBermanfaat sekali
BalasHapusArtikelnya bagus dan bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bagus
BalasHapus