Minggu, 26 April 2020


TUGAS 9

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Keterampilan Dasar Mengajar II



Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

ADZKIA PADANG

2020

A. Kemampuan Membuka Dan Menutup Pelajaran 
     1. Pengertian Membuka pelajaran
    MenurutDjamarah(2005:13) Keterampilan membuka adalah perbuatan guru untuk menciptakan sikap mental dan menimbulkan perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. 
           Menurut Usman(1995:91) Membuka pelajaran ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan   guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prakondisi siswa agar mental dan perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar .
     Djamarah (2005: 139) memberi contoh membuka pelajaran pada pengenalan konsep baru :Guru : Nah, anak-anak! Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari suatu pokok bahasan baru, yakni tentang “ bagun datar”. Tetapi, sebelum kita pelajari lebih lanjut topik itu, cobalah perhatikan dahulu ke depan. Gambar apakah yang ibu pegang ini ? ya, kamu indra!” dan seterusnya. 
      2. Pengertian menutup pelajaran
   Menurut Mulyasa(2005:88-89) Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk mengetahui pencapaian tujuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk kepentingan tersebut kegiatan yang dapat dilakukan guru antara lain meninjau kembali dengan cara merangkum inti pelajaran yang mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan, mengevaluasi memberikan penilaian pada siswa dan juga sebagai balikan perbaikan program pembelajaran, dan Tindak lanjut diberikan agar terjadi pemantapan pada diri siswa terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
Komponen kemampuan membuka dan menutup pelajaran menurut Usman (1995: 95) meliputi :
           a. Komponen Keterampilan Membuka Pelajaran : 
              (1) Menarik perhatian siswa. 
              (2) Menimbulkan motivasi. 
              (3) Memberi acuan.
              (4) Membuat kaitan atau hubungan                 di antara materi-materi yang akan                dipelajari dengan pengalaman                          yang telah dikuasai siswa.
          b. Komponen Kemampuan Menutup Pelajaran : 
              (1) Meninjau kembali penguasaan                     inti pelajaran dengan merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan
               (2) Mengevaluasi. 
                (3) Tindak Lanjut.
     Menurut Mulyasa (2005: 84) mengatakan bahwa upaya yang perlu dilakukan dalam   kegiatan membuka dan menutup pelajaran sebagai berikut :
    a. Membuka Pelajaran Meliputi Kegiatan :
      (1) Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disampaikan.
    (2) Menyampaikan tujuan yang akan dicapai dan garis besar materi yang  akan dipelajari (dalam hal tertentu bisa dirumuskan bersama siswa).
  (3) Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugas￾tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
     (4) Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang disajikan.
   (5) Mengajukan pertanyaan,baik untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap pelajaran yang lalu maupun untuk menjajagi kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.
    b.  Menutup Pelajaran Meliputi Kegiatan: 
    (1) Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari  (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh siswa atas permintaan guru, atau boleh siswa bersama guru).
 (2) Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
(3) Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari, dan tugas-tugas yang harus dikerjakan.
(4) Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.

B. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil

    1.  Pengertian keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
         Membimbing secara harfiah dalam istilah asing disebut guide yang berarti  mengarahk memandu, mengelola, dan menyetir.[2] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia    membimbing adalah memimpin, memberi petunjuk, memberi penjelasan lebih dulu.[3]
         Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses teratur yang melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi tatap muka yang formal dengan berbagai pengalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan, dan pemecahan masalah. Siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil dibawah bimbingan guru atau temanya untuk berbagai informasi, pemecahan masalah atau pengambilan keputusan
         Menurut Rusman, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi sistem pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa secara kelompok. Untuk itu keterampialan guru harus dilatih dan dikembangkan, sehingga para guru memiliki kemampuan untuk melayani siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran kelompok kecil.[10]
     Dapat disimpulkan bahwa keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil merupakan  keterampilan yang harus dimilki guru. Keterampilan ini merupakan keterampilan guru dalam memimpin dan memfasilitasi jalannya proses diskusi agar diskusi berjalan dengan efektif.

2. Manfaat dan Tujuan Diskusi Kelompok Kecil
             Penggunaan kelompok kecil dalam kegiatan pembelajaran bertujuan agar siswa siswa : [13]
   1.  Berbagi informasi dan pengalaman dalam memecahkan masalah,
  2.  Meningkatkan pemahaman atas masalh penting
3. Meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
 4.   Mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi,
5. Membina kerja sama yang sehat, kelompok yang kohesif, dan bertanggung jawab.
    
   3.  Komponen Keterampilan Membimbing Diskusi
         Beberapa komponen yang terdapat dalam keterampilan membimbing diskusi sebagai berikut:[22]
         1.  Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
               Caranya adalah sebagai berikut :
                a)  Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi Kemukakan    
                     masalah-masalah khusus.
                b) Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan.
                c) Rangkum hasil pembicaraan dalam diskusi.
          2.   Memperluas masalah atau urunan pendapat.
                Selama diskusi berlangsung sering terjadi penyampaian ide yang kurang jelas hingga    sukar ditangkap oleh anggota kelompok, yang akhirnya menimbulkan kesalah pahaman hingga keadaan dapat menjadi tegang. Dalam hal demikian tugas guru dalam memimpin diskusi untuk memperjelasnya, yakni dengan cara :
  1)Menguraikan kembali atau merangkum urunan tersebut hingga menjadi jelas.
  2)Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang membantu  mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut.
  3)Menguraikan gagasan siswa dengan memberikan informasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai hingga kelompok memperoleh pengertian yang lebih jelas.
           3.    Menganalisis pandangan siswa
                    Didalam diskusi sering terjadi perbedaan di antara anggota kelompok. Dengan demikian guru hendaklah mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara sebagai berikut :
·         Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat.
·         Memperjelas hal-hal yang disepakati dan yang tidak disepakati.
4.      Meningkatkan urunan siswa
Beberapa cara untuk meningkatkan urunan pikir siswa adalah :
·         Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk berpikir.
·         Memberikan contoh-contoh verbal atau nonverbal yang sesuai dan tepat.
·         Memberikan waktu untuk berpikir
·         Memberikan dukungan terhadap pendapat siswa dengan penuh perhatian.
5.      Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Penyebaran kesempatan berpartisipasi dapat dilakukan dengan cara :
·         Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi dengan mengarahkan pertanyaan langsung secara bijaksana. Misalnya, “Bapak (Ibu) yakin bahwa Nita dapat menjawab. Coba, Nita”
·         Mencagah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberikan giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu.
·         Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memopoli pembicaraan.
·         Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya hingga interaksi antar siswa dapat ditingkatkan.
6.      Menutup diskusi
Keterampilan akhir yang harus dikuasi oleh guru adalah menutup diskusi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
·         Membuat rangkuman hasil diskusi dengan bantuan para siswa. Ini lebih efektif dari pada rangkuman hanya dibuat sendiri oleh guru.
·           Memberi gambaran tentang tindak lanjut hasil diskusi ataupun tentang topik diskusi yang akan datang.
·           Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang dicapai
7.      Hal-hal yang harus diperhatikan
·         Mendominasi diskusi sehingga siswa tidak diberi kesempatan
·         Membiarkan siswa tertentu memonopoli diskusi
·         Membiarkan terjadinya penyimpangan dari tujuan diskusi dengan pembicaraan yang tidak relevan.
·         Membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi.
·         Tidak memperjelas atau mendukung urunan pikir siswa
·         Gagal mengakhiri diskusi secara efektif.

4 komentar: