TUGAS 1
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Pembelajaran
di SD
Disusun
Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas:
4.4 PGSD
Dosen
Pembimbing
Yessi
Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Konsep Belajar
Menurut
Vygotsky (1978:134) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan
kontrukvisme dimana siswa merupakan subjek belajar aktif yang menciptakan
struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
Menurut
Witherington (1952) menyebutkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam
kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa
keterampilan,sikap, kebiasaan, kecakapan, atau pemahaman.
Menurut
Gagne dan Briggs (1998) belajar adalah perubahan tingkah laku dalam proses
belajar menghasilkan aspek perubahan seperti kemampuan membedakan,konsep kongkrit,konsep terdefenisi,nilai,sikap dan keterampilan motoric
Dari
berbagai pengertian yang dikemukakan para ahli diatas dapat di simpulkan bahwa konsep belajar adalah
perubahan tingkah laku yang terjadi melalui proses dan mengahasilkan perubahan
seperti kemampuan membedakan,nilai-nilai,aturan, dan pengetahuan dari yang tidak tahu
menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa.
B. Karakteristik proses belajar
Belajar
dapat dikatakan belajar jika memiliki ciri-ciri seperti yang dikemukakan
Dimyati dan Mudjiono (2009:8) yaitu:
1) Unsur
pelaku, siswa yang bertindak belajar atau pebelajar
2) Unsur
tujuan, memperoleh hasil dan pengalaman hidup
3) Unsur
proses, terjadi internal pada didir pebelajar
4) Unsur
tempat, belajar dapat dilakukan disembarang tempat
5) Unsur
lama waktu, sepanjang hayat
6) Unsur
syarat terjadi, dengan motivasi belajar yang kuat
7) Unsur
ukuran keberhasilan, dapat memecahkan masalah
8) Unsur
faedah, bagi pelajar dapat mempertinggi martabat pribadi
9) Unsur
hasil, hasil belajar dampak pengajaran dan pengiring
Menurut
winata putra (2014:8-9) karakteristik belajar yaitu:
1)
Belajar harus memungkinkan jadinya
perubahan perilaku pada individu
2)
Perubahan harus merupakan buah dari
perubahan
3)
Perubahan itu relatif menetap
Dari
beberapa penjelasan tentang karakteristik belajar, dapat disimpulkan bahwa
karakteristik belajar pada umumnya adalah bersifat menetap pada diri individu,
perubahan yang terjadi secara menyeluruh bai secara fisik maupun mental,
perubahannya selalu kearah yang positif dan lebih baik, bersifat permanen dan
dapat dilakukan dengan adanya motivasi didalam diri serta dapat terjadi seumur
hidup. Ini mencerminkan bahwa karakteristik dari belajar itu sendiri adalah
terjadinya perubahan yang lebih baik sebagai hasil dari kegiatan belajar.
C. Tahapan perkembangan peserta didik
Menurut Jean Piaget, tahap perkembangan kognitif
pada anak ada 4 tahap yaitu:
1. Tahap
Sensorimotor (0-2 tahun)
Pada tahap ini anak (bayi) menggunakan
alat indera dan kemampuan motoric untuk memahami dunia sekitarnya.
2. Tahap
Praoperasional (2-7 tahun)
Pada tahap ini kemampuan skema kognitifnya
masih terbatas. Peserta didik suka meniru perilaku orang laib. Perilaku yang
ditiru terutama perilaku orang lain(khususnya orang tua dan guru) yang pernah ia
lihat ketika orang itu merespons terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian
yang dihadapi pada masa lampau. Peserta didik mulai mampu menggunakan
katak-kata yang benar dan mengekspresikan kalimat-kalimat pendek secara
efektif.
3. Tahap
Operasional (7-11 tahun)
Pada tahap ini peserta didik sudah mulai
memahami aspek-aspek kumulatif materi, misalnya volume dan jumlah, mempunyai
kemampuan memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yang bervariasi
tingkatannya. Selain itu, peserta didik sudah mampu berfikir sitematis mengenai
benda-benda yang kongkret.
4. Tahap
operasion Formal ( mulai umur 11 tahun)
Pada
tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kognitif
peserta didik pada tahap ini memliki kemampuan mengkoordinasikan dua ragam
kognitif, baik secara simultan(serentak) maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan
hipotesis(anggapan dasar) peseta didik mampu berfikir untuk memecahkan
masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan
prinsip-prinsip abstrak,peserta didik mampu mempelajari materi pelajaran
abstrak seperti agama, matematika, dan lainnya.
D. Karakteristik pembelajaran di SD
1. Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
1. Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
Karakteristik pembelajaran dikelas
rendah adalah pembelajaran bersifat konkret. Proses pembelajaran ini harus
dirancang oleh guru sehingga kemampuan siswa, bahan jar, proses belajar dan
sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan siswa,selain itu proses
belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perekembangan siswa, dan
belajar harus dikembangkan secara interaktif.
Contoh kegiatannya:
a) Menggolongkan
peran anggota keluarga
b) Menulis
dengan jelas dan rapi
c) Membilang
dan menyebutkan banyak benda
d) Membaca
nyaring sederhana kurang lebih 300.
2. Karakteristik
pembelajaran di kelas tinggi
Esensi proses pembelajaran di kelas
tinggi adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis
unutk mebelajarakan siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya(menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan,memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat,dan
membagi).
Contoh kegiatan
belajarnya:
a) mendiskusikan
tentang jual beli
b) memperagakan
rangkaian gerak dengan alat musik
c) menafsirkan
peninggalan-peninggalan sejarah
d) melakukan
operasi hitung campuran (bilangan bulat pecahan)
e) mengumpulkan
bukti perkembangbiakan makhluk hidup.
Guru dikelas tinggi pada sekolah
dasar harus menggunakan pembelajaran yang berbasis masalah,menggunakan pendekatan
konstruktivis,melakukan aktivitas menyelidiki, meneliti,dan membandingkan. Karena
siswa dikelas tinggi dalam melakukan menyelidiki,meneliti dan membandingkan. Karena
siswa dikelas tinggi dalam melakukan kegiatan pembelajaran melakukan tahapan
penyelidikan, melakukan pemecahan masalah, dan sebagainya.
.