Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Februari 2020

Strategi Pembelajaran di SD





TUGAS 1

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Pembelajaran di SD



Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 ADZKIA PADANG

2020

   

A.  Konsep Belajar
Menurut Vygotsky (1978:134) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu kegiatan kontrukvisme dimana siswa merupakan subjek belajar aktif yang menciptakan struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
Menurut Witherington (1952) menyebutkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan,sikap, kebiasaan, kecakapan, atau pemahaman.
Menurut Gagne dan Briggs (1998) belajar adalah perubahan tingkah laku dalam proses belajar menghasilkan aspek perubahan seperti kemampuan membedakan,konsep kongkrit,konsep terdefenisi,nilai,sikap dan keterampilan motoric
Dari berbagai pengertian yang dikemukakan para ahli  diatas dapat  di simpulkan bahwa konsep belajar adalah perubahan tingkah laku yang terjadi melalui proses dan mengahasilkan perubahan seperti kemampuan membedakan,nilai-nilai,aturan, dan pengetahuan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa.

B.  Karakteristik proses belajar
Belajar dapat dikatakan belajar jika memiliki ciri-ciri seperti yang dikemukakan Dimyati dan Mudjiono (2009:8) yaitu:
1)      Unsur pelaku, siswa yang bertindak belajar atau pebelajar
2)      Unsur tujuan, memperoleh hasil dan pengalaman hidup
3)      Unsur proses, terjadi internal pada didir pebelajar
4)      Unsur tempat, belajar dapat dilakukan disembarang tempat
5)      Unsur lama waktu, sepanjang hayat
6)      Unsur syarat terjadi, dengan motivasi belajar yang kuat
7)      Unsur ukuran keberhasilan, dapat memecahkan masalah
8)      Unsur faedah, bagi pelajar dapat mempertinggi martabat pribadi
9)      Unsur hasil, hasil belajar dampak pengajaran dan pengiring

Menurut winata putra (2014:8-9) karakteristik belajar yaitu:
1)        Belajar harus memungkinkan jadinya perubahan perilaku pada individu
2)        Perubahan harus merupakan buah dari perubahan
3)        Perubahan itu relatif menetap
Dari beberapa penjelasan tentang karakteristik belajar, dapat disimpulkan bahwa karakteristik belajar pada umumnya adalah bersifat menetap pada diri individu, perubahan yang terjadi secara menyeluruh bai secara fisik maupun mental, perubahannya selalu kearah yang positif dan lebih baik, bersifat permanen dan dapat dilakukan dengan adanya motivasi didalam diri serta dapat terjadi seumur hidup. Ini mencerminkan bahwa karakteristik dari belajar itu sendiri adalah terjadinya perubahan yang lebih baik sebagai hasil dari kegiatan belajar.

C.  Tahapan perkembangan peserta didik
Menurut Jean Piaget, tahap perkembangan kognitif pada anak ada 4 tahap yaitu:
1.      Tahap Sensorimotor (0-2 tahun)
    Pada tahap ini anak (bayi) menggunakan alat indera dan kemampuan motoric untuk memahami dunia sekitarnya.  
2.      Tahap Praoperasional (2-7 tahun)
       Pada tahap ini kemampuan skema kognitifnya masih terbatas. Peserta didik suka meniru perilaku orang laib. Perilaku yang ditiru terutama perilaku orang lain(khususnya orang tua dan guru) yang pernah ia lihat ketika orang itu merespons terhadap perilaku orang, keadaan, dan kejadian yang dihadapi pada masa lampau. Peserta didik mulai mampu menggunakan katak-kata yang benar dan mengekspresikan kalimat-kalimat pendek secara efektif.
3.      Tahap Operasional (7-11 tahun)
     Pada tahap ini peserta didik sudah mulai memahami aspek-aspek kumulatif materi, misalnya volume dan jumlah, mempunyai kemampuan memahami cara mengombinasikan beberapa golongan benda yang bervariasi tingkatannya. Selain itu, peserta didik sudah mampu berfikir sitematis mengenai benda-benda yang kongkret.
4.      Tahap operasion Formal ( mulai umur 11 tahun)
               Pada tahap ini peserta didik sudah menginjak usia remaja. Perkembangan kognitif peserta didik pada tahap ini memliki kemampuan mengkoordinasikan dua ragam kognitif, baik secara simultan(serentak) maupun berurutan. Misalnya kapasitas merumuskan hipotesis(anggapan dasar) peseta didik mampu berfikir untuk memecahkan masalah dengan lingkungan yang ia respons. Sedangkan dengan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak,peserta didik mampu mempelajari materi pelajaran abstrak seperti agama, matematika, dan lainnya.

D.  Karakteristik pembelajaran di SD

1.    Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
Karakteristik pembelajaran dikelas rendah adalah pembelajaran bersifat konkret. Proses pembelajaran ini harus dirancang oleh guru sehingga kemampuan siswa, bahan jar, proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perkembangan siswa,selain itu proses belajar dan sistem penilaian sesuai dengan taraf perekembangan siswa, dan belajar harus dikembangkan secara interaktif.
Contoh kegiatannya:
a)      Menggolongkan peran anggota keluarga
b)      Menulis dengan jelas dan rapi
c)      Membilang dan menyebutkan banyak benda
d)     Membaca nyaring sederhana kurang lebih 300.

  2.    Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi 
Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis unutk mebelajarakan siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya(menyelesaikan soal, menggabungkan, menghubungkan,memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat,dan membagi).
Contoh kegiatan belajarnya:                                                      
a)      mendiskusikan tentang jual beli
b)      memperagakan rangkaian gerak dengan alat musik
c)      menafsirkan peninggalan-peninggalan sejarah
d)     melakukan operasi hitung campuran (bilangan bulat pecahan)
e)      mengumpulkan bukti perkembangbiakan makhluk hidup.

     Guru dikelas tinggi pada sekolah dasar harus menggunakan pembelajaran yang berbasis masalah,menggunakan pendekatan konstruktivis,melakukan aktivitas menyelidiki, meneliti,dan membandingkan. Karena siswa dikelas tinggi dalam melakukan menyelidiki,meneliti dan membandingkan. Karena siswa dikelas tinggi dalam melakukan kegiatan pembelajaran melakukan tahapan penyelidikan, melakukan pemecahan masalah, dan sebagainya.
                                          .