Jumat, 06 Maret 2020

strategi pembelajaran di SD


TUGAS 3

STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD

Tentang

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif


Disusun Oleh:

NORSAPIRA MARDEKA

(1820119)

Kelas: 4.4 PGSD


Dosen Pembimbing

Yessi Rifmasari,M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

 SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 ADZKIA PADANG

2020

A.  Pengertian model pembelajaran kooperatif
Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
Menurut Slavin dalam Isjoni (2009: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang anggotanya bersifat heterogen, terdiri dari siswa dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah, perempuan dan laki-laki dengan latar belakang etnik yang berbeda untuk saling membantu dan bekerja sama mempelajari materi pelajaran agar belajar semua anggota maksimal.
B.  Karakteristik pembelajaran  model  kooperatif
Menurut Ibrahim, (2000 h. 6) menyatakan bahwa pelajaran yang menggunakan pembelajaran kooperatif memiliki karakteristik sebagai berikut:
1)   Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar.
2)    Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
3)   Bila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam.
4)   Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.
Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa ciri-ciri pembelajaran koperatif yaitu siswa belajar dalam suatu kelompok, kelompok itu dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam, setiap siswa harus 19 bertanggungjawab terhadap kelompoknya, setiap kelompok yang berhasil akan mendapatkan penghargaan.
C.  Pengertian rumpun  model pembelajaran
Model-model pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari Prinsip prinsip pengolahan informasi, yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana manusia menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data, mengenali masalah, menyusun konsep, memecahkan masalah, dan menggunakan simbol-simbol. Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah, dengan demikian peserta didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Sedangkan beberapa model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum, dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari disiplin ilmu secara akademis.
Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar. Di dalam model pembelajaran terdapat karakteristik urutan tahapan kegiata guru dan siswa dalam peristiwa pembelajaran yang dikenal dengan sintaks. Di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat rasional yang merujuk pada suatu teori belajar tertentu. Rasional tersebut merupakan karakteristik yang membedakan satu model dengan  model lainnya (Indrawati, 2000). Dengan demikian suatu model memiliki empat karakteristik yaitu:
·            Landasan teori
·            Tujuan yang harus dikuasai siswa
·            Sintak atau urutan langkah kegiatan guru-siswa
·            Kondisi belajar atau sistem lingkungan pembelajaran
Menurut Udin Winataputra  1994, Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar.
Menurut Soekamto, dkk (dalam Nurulwati, 2000) Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
D.  Pengertian model pemrosesan informasi
Model ini berlandaskan teori belajar kognitif, yang dimana berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan sistem-sistem yang dapat memperbaiki kemampuannya. Menurut Oemar Hamalik (2011: 128-129) Pemrosesan informasi tersebut merujuk bagaimana cara-cara atau menerima informasi stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep-konsep, serta menggunakan simbol-simbol verbal dan non verbal. Kemudian menurut Syaiful sagala (2012,74) informasi yang diberikan dalam bentuk energy fisik tertentu (sinar untuk bahan tertulis, bunyi untuk bahan ucapan, tekanan untuk sentuhan, dll) diterima oleh reseptor yang peka terhadap tanda dalam bentuk-bentuk tertentu. Pada model ini, mengutamakan bagaimana membantu siswa agar mampu berpikir produktif, memecahkan masalah dengan kemampuan intelektual yang telah dimiliki oleh peserta didik.
Model pemprosesan informasi pada dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal (datang dari dalam diri) untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengordinasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan pemecahannya. Beberapa model dalam kelompok ini memberikan kepada para siswa sejumlah konsep, sebagian lagi menitikberatkan pada pembentukan konsep dan pengetesan hipotesis, dan sebagian lainnya memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif. Beberapa model sengaja dirancang untuk memperkuat kemampuan intelektual umum.
E.  Pengertian model  personal
Pengajaran secara personal adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal, tetapi prinsipnya berbeda.Pada pembelajaran personal, guru memberi bantuan kepada masing-masing pribadi.
Model personal (personal family) merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada proses pengembangan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingkungannya.
Model ini bertitik tolak dari teori humanistik, yaitu berorientasi pada pengembangan individu. Perhatian utamanya pada emosional peserta didik dalam mengembangkan hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Menurut teori ini, guru harus berupaya menciptakan kondisi kelas yang kondusif, agar peserta didik merasa bebas dalam belajar mengembangkan dirinya baik emosional maupun intelektual.
F.   Pengertian model sosial
Model pembelajaran sosial (Sosial Famly) menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan peserta didik agar memiliki kecakapan untuk berhubu-ngan dengan orang lain sebagai usaha membangun sikap peserta ddik yang demokratis dengan menghargai setiap perbedaan dalam realitas social. Inti dari model sosial ini adalah konsep “synergy” yaitu energy atau tenaga yang terhimpun melalui kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan masyarakat.
 Dengan menerapkan model sosial pembelajaran diarahkan pada upaya melibatakn peserta didik dalam menghayati, mengkaji, menerapkan dan menerima fungsi dan peran social. Model sosial ini dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama, membimbing peserta didik mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah, mengumpukan data yang relevan, dan mengembangkan serta menguji hipotesis. Karena itu guru seyogyanya mengorganisasikan belajar melalui kerja kelompok dan mengarahkannya.

15 komentar:

  1. Apa kelebihan model pembelajaran kooperatif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebelumnya terimakasih sudah bertanya, ada beberapa kelebihan model pembelajaran kooperatif adalah:
      1. memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
      2. memungkinkan siswa saling belajar mengenai sikap,keterampilan,informasi,perilaku sosial,dan pandangan-pandangan
      4. meningkatkan kepekaan dan kesetiakwanan sosial
      5. menghilangkan sikap keterasingan pada diri siswa
      6. membangun persahabatan
      7. meningkatkan motivasi belajar

      Hapus
    2. terimakasih semoga jawabannya bermanfaat

      Hapus
  2. Artikelnya bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  3. Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Terima kasih sudah di share, artikelnya sngat membantu

    BalasHapus
  5. Untuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 9 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
    POKER, DOMINO, CEME, CEME KELILING, CAPSA, SUPER10, OMAHA ,BLACKJACK,SUPERBULL TERPERCAYA DI INDONESIA
    dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
    Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
    - Bonus Cashback 0.3%. Dibagikan Setiap hari SENIN
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus referral 20% SELAMANYA
    - Minimal Deposit dan Withdraw hanya 10 rb Proses Aman & cepat
    - 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT )
    Kini Hadir Deposit via Pulsa ( Online 24 Jam )
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus