TUGAS 3
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif
Disusun Oleh:
NORSAPIRA MARDEKA
(1820119)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2020
A. Pengertian model pembelajaran
kooperatif
Model
pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh
siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan.
Menurut
Slavin dalam Isjoni (2009: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model
pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil
secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Sedangkan
menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) mengemukakan bahwa pembelajaran
kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang
khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama
proses pembelajaran.
Dari
beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang
menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang anggotanya bersifat
heterogen, terdiri dari siswa dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah,
perempuan dan laki-laki dengan latar belakang etnik yang berbeda untuk saling
membantu dan bekerja sama mempelajari materi pelajaran agar belajar semua
anggota maksimal.
B. Karakteristik pembelajaran model
kooperatif
Menurut
Ibrahim, (2000 h. 6) menyatakan bahwa pelajaran yang menggunakan pembelajaran
kooperatif memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) Siswa
bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar.
2) Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai
kemampuan tinggi, sedang, dan rendah.
3) Bila
memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin
yang beragam.
4) Penghargaan
lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.
Dari
uraian di atas dapat dinyatakan bahwa ciri-ciri pembelajaran koperatif yaitu siswa
belajar dalam suatu kelompok, kelompok itu dibentuk dari siswa yang memiliki
kemampuan tinggi, sedang dan rendah, anggota kelompok berasal dari ras, budaya,
suku, jenis kelamin yang beragam, setiap siswa harus 19 bertanggungjawab
terhadap kelompoknya, setiap kelompok yang berhasil akan mendapatkan
penghargaan.
C. Pengertian rumpun model pembelajaran
Model-model
pembelajaran dalam rumpun Pemrosesan Informasi bertitik tolak dari Prinsip
prinsip pengolahan informasi, yaitu yang merujuk pada cara-cara bagaimana
manusia menangani rangsangan dari lingkungan, mengorganisasi data, mengenali
masalah, menyusun konsep, memecahkan masalah, dan menggunakan simbol-simbol.
Beberapa model pembelajaran dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan
pebelajar (peserta didik) untuk memecahkan masalah, dengan demikian peserta
didik dalam belajar menekankan pada berpikir produktif. Sedangkan beberapa
model pembelajaran lainnya berhubungan dengan kemampuan intelektual secara umum,
dan sebagian lagi menekankan pada konsep dan informasi yang berasal dari
disiplin ilmu secara akademis.
Model
pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola
pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan
siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau
sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar. Di dalam model
pembelajaran terdapat karakteristik urutan tahapan kegiata guru dan siswa dalam
peristiwa pembelajaran yang dikenal dengan sintaks. Di balik tahapan
pembelajaran tersebut terdapat rasional yang merujuk pada suatu teori belajar
tertentu. Rasional tersebut merupakan karakteristik yang membedakan satu model
dengan model lainnya (Indrawati, 2000). Dengan demikian suatu model
memiliki empat karakteristik yaitu:
·
Landasan
teori
·
Tujuan
yang harus dikuasai siswa
·
Sintak
atau urutan langkah kegiatan guru-siswa
·
Kondisi
belajar atau sistem lingkungan pembelajaran
Menurut
Udin Winataputra 1994, Model pembelajaran dapat diartikan sebagai
kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan
berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam
merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar.
Menurut Soekamto,
dkk (dalam Nurulwati, 2000) Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang
melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar
untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para
perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar
mengajar.
D. Pengertian model pemrosesan
informasi
Model ini berlandaskan teori belajar
kognitif, yang dimana berorientasi pada kemampuan siswa memproses informasi dan
sistem-sistem yang dapat memperbaiki kemampuannya. Menurut Oemar Hamalik (2011:
128-129) Pemrosesan informasi tersebut merujuk bagaimana cara-cara atau
menerima informasi stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan
masalah, menemukan konsep-konsep, serta menggunakan simbol-simbol verbal dan
non verbal. Kemudian menurut Syaiful sagala (2012,74) informasi yang
diberikan dalam bentuk energy fisik tertentu (sinar untuk bahan tertulis, bunyi
untuk bahan ucapan, tekanan untuk sentuhan, dll) diterima oleh reseptor yang
peka terhadap tanda dalam bentuk-bentuk tertentu. Pada model ini,
mengutamakan bagaimana membantu siswa agar mampu berpikir produktif, memecahkan
masalah dengan kemampuan intelektual yang telah dimiliki oleh peserta didik.
Model pemprosesan informasi pada
dasarnya menitikberatkan pada cara-cara memperkuat dorongan-dorongan internal
(datang dari dalam diri) untuk memahami dunia dengan cara menggali dan
mengordinasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan jalan
pemecahannya. Beberapa model dalam kelompok ini memberikan kepada para siswa
sejumlah konsep, sebagian lagi menitikberatkan pada pembentukan konsep dan
pengetesan hipotesis, dan sebagian lainnya memusatkan perhatian pada
pengembangan kemampuan kreatif. Beberapa model sengaja dirancang untuk
memperkuat kemampuan intelektual umum.
E. Pengertian model personal
Pengajaran
secara personal adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada
bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Bantuan dan
bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal,
tetapi prinsipnya berbeda.Pada pembelajaran personal, guru memberi bantuan
kepada masing-masing pribadi.
Model
personal (personal family) merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada
proses pengembangan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan
emosional. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta
mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat
dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang
lain dan lingkungannya.
Model
ini bertitik tolak dari teori humanistik, yaitu berorientasi pada pengembangan
individu. Perhatian utamanya pada emosional peserta didik dalam mengembangkan
hubungan yang produktif dengan lingkungannya. Menurut teori ini, guru harus
berupaya menciptakan kondisi kelas yang kondusif, agar peserta didik merasa
bebas dalam belajar mengembangkan dirinya baik emosional maupun intelektual.
F.
Pengertian
model sosial
Model
pembelajaran sosial (Sosial Famly) menekankan pada usaha mengembangkan
kemampuan peserta didik agar memiliki kecakapan untuk berhubu-ngan dengan orang
lain sebagai usaha membangun sikap peserta ddik yang demokratis dengan
menghargai setiap perbedaan dalam realitas social. Inti dari model sosial ini
adalah konsep “synergy” yaitu energy atau tenaga yang terhimpun melalui
kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan masyarakat.
Dengan menerapkan model sosial pembelajaran
diarahkan pada upaya melibatakn peserta didik dalam menghayati, mengkaji,
menerapkan dan menerima fungsi dan peran social. Model sosial ini dirancang
untuk memanfaatkan fenomena kerjasama, membimbing peserta didik mendefinisikan
masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah, mengumpukan data
yang relevan, dan mengembangkan serta menguji hipotesis. Karena itu guru
seyogyanya mengorganisasikan belajar melalui kerja kelompok dan mengarahkannya.
Apa kelebihan model pembelajaran kooperatif?
BalasHapussebelumnya terimakasih sudah bertanya, ada beberapa kelebihan model pembelajaran kooperatif adalah:
Hapus1. memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
2. memungkinkan siswa saling belajar mengenai sikap,keterampilan,informasi,perilaku sosial,dan pandangan-pandangan
4. meningkatkan kepekaan dan kesetiakwanan sosial
5. menghilangkan sikap keterasingan pada diri siswa
6. membangun persahabatan
7. meningkatkan motivasi belajar
terimakasih semoga jawabannya bermanfaat
HapusArtikelnya bagus dan mudah dipahami
BalasHapusterimakasih, semoga bermanfaat
HapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih, semoga bermanfaat
HapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih,semoga bermanfaat
HapusTerima kasih sudah di share, artikelnya sngat membantu
BalasHapussama-sama, senang bisa membantu
HapusArtikelnya sangat membantu
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusUntuk mempermudah kamu bermain guys www.fanspoker.com menghadirkan 9 permainan hanya dalam 1 ID 1 APLIKASI guys,,,
BalasHapusPOKER, DOMINO, CEME, CEME KELILING, CAPSA, SUPER10, OMAHA ,BLACKJACK,SUPERBULL TERPERCAYA DI INDONESIA
dimana lagi kalau bukan di www.fanspoker.com
Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
- Bonus Cashback 0.3%. Dibagikan Setiap hari SENIN
- Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
- Bonus referral 20% SELAMANYA
- Minimal Deposit dan Withdraw hanya 10 rb Proses Aman & cepat
- 100% murni Player vs Player ( NO ROBOT )
Kini Hadir Deposit via Pulsa ( Online 24 Jam )
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||